RTM Prodi HKI : Lab Syariah UMM Bahas Evaluasi Praktikum, Magang, dan Uji Komprehensif

Malang – Laboratorium Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada 2 Februari 2026 yang bertempat di Lembah Metro. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan akademik, khususnya praktikum, magang, dan uji komprehensif, dengan melibatkan masukan dan respons mahasiswa sebagai bahan perbaikan berkelanjutan. Dalam sesi pembahasan terkait pelaksanaan praktikum, mahasiswa pada umumnya memberikan respons yang positif. Praktikum dinilai telah berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap pemahaman materi pembelajaran. Namun demikian, RTM juga mengungkap adanya kecenderungan sebagian mahasiswa yang belum menunjukkan keseriusan optimal dalam mengikuti praktikum. Orientasi pembelajaran masih didominasi pada pencapaian hasil akhir secara instan, tanpa diimbangi dengan proses pembelajaran yang mendalam dan aplikatif. Temuan tersebut mendorong perlunya identifikasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kesadaran mahasiswa dalam menginternalisasi materi praktikum. Selain itu, dirumuskan pula perlunya strategi dan solusi yang tepat guna meningkatkan kualitas keterlibatan mahasiswa, sehingga praktikum tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga sarana penguatan kompetensi secara nyata. Mahasiswa juga menyampaikan bahwa fasilitas pembelajaran praktikum dinilai masih kurang menunjang. Keterbatasan sarana dan prasarana dianggap memengaruhi efektivitas pelaksanaan praktikum. Oleh karena itu, mahasiswa berharap adanya peningkatan fasilitas pendukung pembelajaran, baik dari sisi alat, ruang, maupun media pembelajaran. Selain aspek fasilitas, mahasiswa juga mendorong penerapan metode pembelajaran yang lebih variatif dan inovatif, agar praktikum dapat berlangsung lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan keilmuan serta praktik di lapangan. Selain itu, RTM Lab Syariah UMM juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap tingkat pemahaman mahasiswa mengenai sistem penilaian pembelajaran. Mahasiswa menilai perlunya kejelasan dan transparansi dalam mekanisme penilaian agar tidak menimbulkan kebingungan maupun kesalahpahaman. Di sisi lain, kualitas komunikasi antara mahasiswa dan dosen juga menjadi perhatian utama. Komunikasi yang efektif dinilai sangat penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang kondusif, terbuka, dan partisipatif. Pada pembahasan pelaksanaan magang, mahasiswa menilai bahwa komunikasi antara mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masih perlu ditingkatkan. Komunikasi yang belum optimal dinilai dapat memengaruhi efektivitas bimbingan serta pendampingan selama magang berlangsung. Oleh karena itu, mahasiswa berharap adanya pola komunikasi yang lebih intensif dan terstruktur agar proses magang dapat memberikan pengalaman belajar yang maksimal. Mahasiswa juga mengusulkan adanya penataan kembali waktu dan tempat pembekalan magang. Pembekalan diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terjadwal dengan baik, serta menjangkau seluruh peserta magang. Selain itu, metode pembekalan magang diharapkan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan di lapangan, sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Sementara itu, dalam pembahasan uji komprehensif, mahasiswa menyampaikan harapan agar kebijakan program studi terkait pelaksanaannya bersifat konsisten dan tidak berubah-ubah. Konsistensi kebijakan dinilai sangat penting untuk memberikan kepastian akademik serta memudahkan mahasiswa dalam menyusun persiapan secara matang dan terencana. Melalui pelaksanaan RTM ini, Laboratorium Syariah UMM menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan mutu akademik. Masukan dari mahasiswa menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan sistem pembelajaran yang berkualitas, transparan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan.
RTM Prodi HKI UMM Dorong Peningkatan Kualitas Akademik Secara Berkelanjutan

Malang – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada 2 Februari 2026 yang bertempat di Lembah Metro. Kegiatan ini merupakan agenda rutin akademik yang bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan, khususnya pada aspek pelaksanaan praktikum sebagai bagian integral dari proses pembelajaran mahasiswa. Dalam forum RTM tersebut, pelaksanaan praktikum menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Berdasarkan hasil evaluasi dan respons mahasiswa, praktikum secara umum dinilai telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap pemahaman materi perkuliahan. Praktikum dianggap mampu menjembatani antara teori hukum keluarga Islam yang dipelajari di kelas dengan praktik penerapannya dalam konteks akademik dan profesional. Meskipun demikian, RTM Prodi HKI UMM juga mencatat sejumlah temuan yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satunya adalah adanya kecenderungan sebagian mahasiswa yang belum sepenuhnya menunjukkan keseriusan dalam mengikuti praktikum. Orientasi pembelajaran masih didominasi pada pencapaian hasil akhir secara cepat, tanpa disertai penghayatan terhadap proses pembelajaran praktikum yang seharusnya menjadi sarana penguatan keterampilan analitis, kritis, dan aplikatif. Kondisi tersebut mendorong perlunya identifikasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya kesadaran mahasiswa dalam menginternalisasi materi praktikum. Melalui RTM ini, Prodi HKI UMM menekankan pentingnya perumusan solusi yang tepat guna meningkatkan kualitas keterlibatan mahasiswa, sehingga praktikum tidak hanya dipandang sebagai kewajiban akademik, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Selain aspek partisipasi mahasiswa, RTM juga menyoroti ketersediaan fasilitas pembelajaran praktikum. Mahasiswa menilai bahwa sarana dan prasarana yang ada saat ini masih belum sepenuhnya menunjang pelaksanaan praktikum secara optimal. Keterbatasan fasilitas dinilai dapat menghambat efektivitas pembelajaran serta membatasi ruang eksplorasi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan bidang hukum keluarga Islam. Sejalan dengan hal tersebut, mahasiswa berharap adanya peningkatan fasilitas pendukung praktikum, baik dari segi kelengkapan media pembelajaran, sarana penunjang, maupun lingkungan belajar yang kondusif. Selain peningkatan fasilitas, mahasiswa juga mendorong penerapan metode pembelajaran praktikum yang lebih variatif dan inovatif, agar kegiatan praktikum dapat berlangsung lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan akademik serta perkembangan praktik hukum di masyarakat. RTM Prodi HKI UMM juga membahas pentingnya evaluasi terhadap pemahaman mahasiswa mengenai sistem penilaian praktikum. Mahasiswa menilai bahwa kejelasan dan transparansi dalam mekanisme penilaian perlu terus ditingkatkan agar proses pembelajaran berjalan secara objektif dan akuntabel. Pemahaman yang baik terhadap sistem penilaian diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mengukur capaian pembelajaran serta meningkatkan motivasi belajar. Selain itu, kualitas komunikasi antara mahasiswa dan dosen pengampu praktikum turut menjadi perhatian dalam forum RTM ini. Komunikasi yang efektif dan terbuka dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Melalui komunikasi yang baik, mahasiswa dapat lebih mudah menyampaikan kendala yang dihadapi selama praktikum, sementara dosen dapat memberikan arahan, pendampingan, serta umpan balik yang konstruktif. Melalui pelaksanaan RTM ini, Prodi HKI UMM menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan praktikum. Seluruh masukan dan rekomendasi yang dihasilkan dari forum RTM akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan akademik ke depan. RTM Prodi HKI UMM diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh, sejalan dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Malang.
Rapat Tinjauan Manajemen Prodi HKI UMM Bahas Evaluasi Akademik dan Tata Kelola Pendidikan

2 Februari 2026 – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada 2 Februari 2026 bertempat di Lembah Metro. Kegiatan ini menjadi forum evaluatif yang penting dalam rangka meninjau mutu pelaksanaan akademik, khususnya pada aspek praktikum, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan Prodi HKI UMM. Dalam pelaksanaan RTM, salah satu fokus utama pembahasan adalah respons mahasiswa terhadap kegiatan praktikum yang telah dilaksanakan. Secara umum, mahasiswa memberikan penilaian yang baik dan positif terhadap penyelenggaraan praktikum. Praktikum dinilai mampu membantu mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan secara lebih aplikatif serta memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kompetensi yang diharapkan dari lulusan Program Studi Hukum Keluarga Islam. Meskipun demikian, hasil evaluasi juga menunjukkan adanya beberapa catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Ditemukan kecenderungan sebagian mahasiswa yang belum menunjukkan tingkat keseriusan yang optimal dalam mengikuti praktikum. Orientasi pembelajaran masih cenderung berfokus pada hasil akhir yang bersifat instan, tanpa diimbangi dengan pemahaman dan penghayatan terhadap proses pembelajaran praktikum itu sendiri. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi kualitas capaian pembelajaran apabila tidak segera ditindaklanjuti. Oleh karena itu, melalui forum RTM ini disepakati perlunya dilakukan identifikasi secara lebih mendalam terhadap faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kesadaran mahasiswa dalam menginternalisasi materi praktikum. Identifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah strategis dan solusi yang tepat guna meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa selama proses praktikum berlangsung. Selain aspek sikap dan partisipasi mahasiswa, RTM Prodi HKI UMM juga menyoroti persoalan fasilitas pembelajaran praktikum. Mahasiswa menilai bahwa sarana dan prasarana yang tersedia saat ini masih belum sepenuhnya menunjang pelaksanaan praktikum secara maksimal. Keterbatasan fasilitas dinilai berdampak pada efektivitas kegiatan praktikum serta ruang eksplorasi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan praktis. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa berharap adanya peningkatan fasilitas pendukung praktikum, baik dari segi kelengkapan alat, media pembelajaran, maupun kenyamanan ruang praktikum. Selain itu, mahasiswa juga mendorong penerapan metode pembelajaran praktikum yang lebih variatif dan inovatif, sehingga kegiatan praktikum tidak bersifat monoton dan mampu meningkatkan minat serta motivasi belajar mahasiswa. RTM juga membahas pentingnya evaluasi terhadap tingkat pemahaman mahasiswa mengenai sistem penilaian praktikum. Mahasiswa menilai bahwa masih diperlukan penjelasan yang lebih transparan dan komunikatif terkait mekanisme penilaian, kriteria evaluasi, serta indikator keberhasilan dalam praktikum. Kejelasan sistem penilaian dinilai sangat penting agar mahasiswa dapat memahami capaian yang diharapkan dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Di samping itu, kualitas komunikasi antara mahasiswa dan dosen pengampu praktikum turut menjadi perhatian dalam RTM ini. Komunikasi yang efektif dan terbuka dinilai sebagai kunci keberhasilan proses pembelajaran praktikum. Melalui komunikasi yang baik, mahasiswa dapat lebih mudah menyampaikan kendala yang dihadapi, sementara dosen dapat memberikan arahan dan umpan balik secara tepat. Melalui pelaksanaan RTM Prodi HKI UMM ini, diharapkan seluruh temuan dan rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan akademik ke depan. Evaluasi terhadap pelaksanaan praktikum tidak hanya dimaknai sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga sebagai upaya reflektif untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran. RTM ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Hukum Keluarga Islam UMM dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik, sejalan dengan visi dan misi institusi.
Mahasiswa CoE Prodi Hukum Keluarga Islam Jalani Magang Legal di BUMD Migas Kalimantan Timur

Program magang menjadi salah satu fase penting dalam proses pendidikan tinggi karena memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja profesional. Bagi mahasiswa hukum, magang tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami secara langsung bagaimana teori hukum diterapkan dalam praktik. Pengalaman ini menjadi jembatan penting antara pembelajaran di ruang kelas dengan dinamika kerja di dunia profesional. Salah satu pengalaman magang tersebut dijalani oleh mahasiswa yang melaksanakan magang sebagai staf legal di PT Migas Mandiri Pratama Kaltim, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Provinsi Kalimantan Timur yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi. Kegiatan magang ini berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 4 Agustus 2025 hingga 31 Oktober 2025, dan memberikan pengalaman berharga dalam mengenal praktik hukum di lingkungan korporasi migas. PT Migas Mandiri Pratama Kaltim merupakan perusahaan daerah yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan sektor energi di Kalimantan Timur. Perusahaan ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan komersial, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar terhadap kepatuhan hukum, penerapan regulasi migas, serta pelayanan publik yang transparan dan profesional. Oleh karena itu, aspek hukum menjadi bagian yang sangat penting dalam operasional perusahaan. Divisi legal PT Migas Mandiri Pratama Kaltim memiliki fungsi yang luas, mulai dari penyusunan dan penelaahan kontrak kerja sama, pengelolaan perizinan, pemantauan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, hingga upaya mitigasi risiko hukum perusahaan. Lingkup kerja yang kompleks ini menjadikan divisi legal sebagai ruang belajar yang sangat relevan bagi mahasiswa hukum yang ingin memahami praktik hukum korporasi secara langsung. Selama menjalani magang, mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam berbagai aktivitas di divisi legal dengan pendampingan langsung dari mentor. Bimbingan tersebut mencakup pemberian tugas, arahan teknis, serta evaluasi berkala atas hasil pekerjaan yang dilakukan. Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya belajar aspek substantif hukum, tetapi juga mengasah keterampilan kerja seperti ketelitian, tanggung jawab, komunikasi profesional, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja. Mentor dari divisi legal PT Migas Mandiri Pratama Kaltim memberikan penilaian positif terhadap kinerja mahasiswa selama masa magang. Dalam keterangannya, mentor menyampaikan bahwa mahasiswa dinilai mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan perusahaan serta responsif dalam menindaklanjuti tugas-tugas yang diberikan. Mentor juga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama magang dapat diimplementasikan dalam aktivitas akademik maupun profesional di masa mendatang. Pengalaman magang ini memberikan gambaran nyata bahwa dunia kerja menuntut lebih dari sekadar pemahaman teori. Profesionalisme, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja dalam tim menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh calon lulusan hukum. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan legal perusahaan, mahasiswa memperoleh bekal awal yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia kerja setelah lulus. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi seperti BUMD Migas dinilai sangat strategis dalam mencetak lulusan yang siap bersaing secara profesional. Program magang tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana penguatan link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Diharapkan, pengalaman magang ini dapat menjadi pijakan awal bagi mahasiswa dalam meniti karier di bidang hukum yang berintegritas, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Prodi HKI UMM Gelar Workshop Peningkatan Soft Skill dan Literasi Digital bagi Instruktur dan Asisten Laboratorium Syariah

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Soft Skill dan Literasi Digital dalam rangka pengembangan pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini diikuti oleh Instruktur Laboratorium Syariah dan Asisten Laboratorium Syariah Prodi HKI UMM sebagai bagian dari penguatan peran laboratorium dalam mendukung proses pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya pendukung akademik, khususnya instruktur dan asisten laboratorium, agar mampu beradaptasi dengan tuntutan pembelajaran OBE. Dalam sistem pembelajaran OBE, laboratorium memiliki peran strategis sebagai ruang praktik yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian learning outcomes mahasiswa, baik dari sisi keterampilan, sikap profesional, maupun penguasaan kompetensi praktis. Dalam sambutannya, pimpinan Prodi HKI UMM menegaskan bahwa peningkatan soft skill dan literasi digital tidak hanya penting bagi dosen, tetapi juga bagi instruktur dan asisten laboratorium syariah yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran praktik. Profesionalisme, komunikasi yang efektif, serta penguasaan teknologi digital menjadi faktor kunci dalam menciptakan pembelajaran laboratorium yang berkualitas dan selaras dengan pendekatan OBE. Materi workshop difokuskan pada penguatan soft skill, seperti kemampuan komunikasi akademik, kerja sama tim, etika pelayanan akademik, manajemen kegiatan praktikum, serta kepemimpinan dalam konteks laboratorium. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai literasi digital, meliputi pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kegiatan laboratorium, penggunaan media digital sebagai sarana pembelajaran praktik, serta dokumentasi dan evaluasi kegiatan laboratorium berbasis OBE. Para instruktur dan asisten Laboratorium Syariah Prodi HKI UMM mengikuti kegiatan workshop dengan antusias. Diskusi interaktif menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini, di mana peserta berbagi pengalaman terkait pelaksanaan praktikum, tantangan dalam pendampingan mahasiswa, serta inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran berbasis praktik. Workshop ini juga menekankan pentingnya integrasi peran laboratorium syariah dalam kurikulum OBE Prodi HKI UMM. Instruktur dan asisten laboratorium didorong untuk memahami secara utuh capaian pembelajaran mata kuliah dan profil lulusan, sehingga kegiatan praktikum yang dilaksanakan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian learning outcomes mahasiswa. Penguatan literasi digital dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung modernisasi pengelolaan laboratorium syariah. Dengan pemanfaatan teknologi digital, kegiatan laboratorium dapat dikelola secara lebih efektif, terdokumentasi dengan baik, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual bagi mahasiswa. Melalui workshop ini, Prodi HKI UMM menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis OBE secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek pengajaran di kelas, tetapi juga pada pembelajaran praktik di laboratorium. Instruktur dan asisten laboratorium syariah diharapkan dapat menjadi mitra strategis dosen dalam menciptakan pembelajaran yang holistik dan berorientasi pada capaian lulusan. Ke depan, Prodi HKI UMM berencana untuk terus mengembangkan kapasitas sumber daya manusia laboratorium melalui berbagai kegiatan pelatihan dan workshop. Dengan peningkatan soft skill dan literasi digital, Laboratorium Syariah diharapkan mampu berperan optimal sebagai pusat pembelajaran praktik yang mendukung terciptanya lulusan Hukum Keluarga Islam UMM yang unggul, profesional, dan berdaya saing.
Prodi HKI UMM Selenggarakan Workshop Peningkatan Soft Skill dan Literasi Digital untuk Pengembangan Pembelajaran OBE

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Soft Skill dan Literasi Digital sebagai upaya penguatan dan pengembangan pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen Prodi HKI UMM dan menjadi bagian dari komitmen prodi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Workshop ini dilaksanakan sebagai respons atas tuntutan dunia pendidikan tinggi yang semakin menekankan capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes) yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Melalui pendekatan OBE, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Dalam sambutannya, pimpinan Prodi HKI UMM menyampaikan bahwa peningkatan soft skill dan literasi digital menjadi aspek penting dalam implementasi OBE. Dosen dituntut untuk tidak hanya menguasai substansi keilmuan, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, komunikatif, kolaboratif, serta melek teknologi. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi dan penguatan kapasitas dosen dalam merespons tantangan tersebut. Materi workshop difokuskan pada penguatan soft skill dosen, seperti kemampuan komunikasi efektif, kepemimpinan akademik, manajemen kelas, serta strategi pembelajaran partisipatif. Selain itu, literasi digital juga menjadi perhatian utama, mencakup pemanfaatan teknologi digital dalam perencanaan pembelajaran, penggunaan learning management system, pengembangan media pembelajaran interaktif, serta optimalisasi platform digital untuk evaluasi pembelajaran berbasis OBE. Para dosen Prodi HKI UMM mengikuti kegiatan workshop dengan antusias. Diskusi interaktif dan sesi berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para peserta saling bertukar gagasan mengenai praktik pembelajaran yang telah diterapkan, tantangan yang dihadapi, serta inovasi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ketercapaian learning outcomes mahasiswa. Workshop ini juga menekankan pentingnya integrasi soft skill mahasiswa dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Dosen didorong untuk merancang metode pembelajaran dan penilaian yang mampu mengukur capaian soft skill, seperti kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kerja sama tim, dan etika profesional, yang selaras dengan profil lulusan Prodi HKI UMM. Selain itu, penguatan literasi digital dipandang sebagai langkah strategis untuk menjawab dinamika pembelajaran di era digital. Pemanfaatan teknologi tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian integral dari proses pembelajaran OBE yang efektif dan berkelanjutan. Dengan literasi digital yang baik, dosen diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan menarik bagi mahasiswa. Melalui workshop ini, Prodi HKI UMM menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi prodi dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta memastikan lulusan HKI UMM memiliki kompetensi akademik dan profesional yang unggul. Ke depan, Prodi HKI UMM berencana untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai bagian dari pengembangan kapasitas dosen. Dengan penguatan soft skill dan literasi digital, implementasi pembelajaran berbasis OBE diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas lulusan Prodi Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang.
Prodi HKI UMM Kunjungi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, Kenalkan Banner Kiblat Laboratorium Syariah

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, pada Rabu, 8 Januari 2025. Dalam kegiatan ini, Prodi HKI UMM tidak hanya melakukan silaturahmi dan sosialisasi pendidikan, tetapi juga memperkenalkan banner kiblat Laboratorium Syariah sebagai media edukasi penentuan arah kiblat yang sesuai dengan kaidah ilmu falak dan hukum Islam. Kunjungan tersebut disambut dengan hangat oleh jajaran pengasuh, asatidz, serta para santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Kehadiran tim Prodi HKI UMM menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam pengembangan pendidikan Islam yang aplikatif dan berbasis keilmuan. Dalam sambutannya, perwakilan Prodi HKI UMM menyampaikan bahwa pengenalan banner kiblat ini merupakan bagian dari peran Laboratorium Syariah sebagai pusat pembelajaran praktik keislaman. Banner kiblat dirancang untuk membantu penentuan arah kiblat secara tepat, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan secara syar’i, sehingga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan ibadah di lingkungan pesantren. Banner kiblat Laboratorium Syariah HKI UMM disusun berdasarkan perhitungan ilmu falak yang dipadukan dengan kajian fikih mengenai arah kiblat. Media ini tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi santri untuk memahami pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah salat. Dengan adanya banner ini, diharapkan santri dapat memperoleh pemahaman bahwa praktik ibadah juga dapat dikaji secara ilmiah dan akademik. Selain pengenalan banner kiblat, tim Prodi HKI UMM juga memperkenalkan profil Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia. UMM dikenal memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. Lebih lanjut, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM diperkenalkan sebagai program studi yang mengintegrasikan kajian hukum Islam klasik dengan hukum positif Indonesia. Mahasiswa HKI dibekali kompetensi di bidang hukum keluarga, perkawinan, kewarisan, peradilan agama, hingga isu-isu hukum kontemporer. Pembelajaran tersebut diperkuat melalui Laboratorium Syariah sebagai sarana praktik dan simulasi bagi mahasiswa. Para santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan tampak antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan oleh tim Prodi HKI UMM. Antusiasme tersebut terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab, di mana santri mengajukan pertanyaan seputar penentuan arah kiblat, kegiatan Laboratorium Syariah, hingga peluang melanjutkan studi di Prodi HKI UMM. Diskusi berlangsung aktif dan penuh keakraban. Pihak Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pengenalan banner kiblat Laboratorium Syariah yang dilakukan oleh Prodi HKI UMM. Media edukasi ini dinilai sangat bermanfaat dalam menunjang kegiatan ibadah di lingkungan pesantren serta menambah wawasan santri mengenai praktik keislaman yang berbasis ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan kunjungan ini, Prodi HKI UMM berharap dapat terus menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dalam bidang pendidikan dan pengembangan keislaman. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Prodi HKI UMM untuk berkontribusi nyata dalam penguatan pemahaman hukum Islam yang aplikatif, khususnya dalam praktik ibadah dan kehidupan bermasyarakat.
Prodi HKI UMM Sambangi SMA Muhammadiyah Sumenep, Kenalkan Banner Kiblat Laboratorium Syariah

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan pendidikan ke SMA Muhammadiyah Sumenep pada Rabu, 8 Januari 2025. Dalam kunjungan tersebut, Prodi HKI UMM tidak hanya melakukan sosialisasi program studi, tetapi juga memperkenalkan banner kiblat Laboratorium Syariah sebagai bentuk edukasi praktis terkait arah kiblat yang sesuai dengan kaidah ilmu falak dan hukum Islam. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan SMA Muhammadiyah Sumenep dan diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi serta para guru. Kehadiran tim dari Prodi HKI UMM disambut hangat oleh pihak sekolah. Kunjungan ini menjadi wujud nyata sinergi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah dalam meningkatkan pemahaman keislaman yang aplikatif di kalangan pelajar. Dalam sambutannya, perwakilan Prodi HKI UMM menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Prodi Hukum Keluarga Islam sekaligus menghadirkan edukasi praktis yang bermanfaat langsung bagi sekolah. Banner kiblat Laboratorium Syariah yang diperkenalkan merupakan media edukatif yang dirancang untuk membantu penentuan arah kiblat secara tepat dan ilmiah, khususnya dalam praktik ibadah sehari-hari. Banner kiblat tersebut merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dikembangkan oleh Laboratorium Syariah Prodi HKI UMM. Media ini disusun berdasarkan perhitungan ilmu falak dan prinsip hukum Islam, sehingga dapat digunakan sebagai rujukan dalam penentuan arah kiblat di lingkungan sekolah, terutama di musala atau ruang ibadah. Melalui pengenalan banner ini, siswa diharapkan memperoleh pemahaman bahwa penentuan arah kiblat tidak hanya bersifat tradisional, tetapi juga dapat dikaji secara ilmiah dan akademik. Selain pengenalan banner kiblat, tim Prodi HKI UMM juga menyampaikan sosialisasi mengenai Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia. UMM dikenal memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. Lebih lanjut, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM diperkenalkan sebagai program studi yang mengintegrasikan kajian hukum Islam dengan hukum positif Indonesia. Mahasiswa HKI dibekali kompetensi akademik dan praktik di bidang hukum keluarga, perkawinan, kewarisan, peradilan agama, hingga isu-isu hukum kontemporer. Pembelajaran berbasis praktik juga diperkuat melalui keberadaan Laboratorium Syariah sebagai sarana simulasi dan pelatihan. Dalam kegiatan tersebut, para siswa SMA Muhammadiyah Sumenep tampak antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan. Interaksi aktif terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab, di mana siswa mengajukan pertanyaan seputar penentuan arah kiblat, kegiatan Laboratorium Syariah, hingga peluang melanjutkan studi di Prodi HKI UMM. Tim Prodi HKI UMM menjawab pertanyaan dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Pihak SMA Muhammadiyah Sumenep menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kontribusi Prodi HKI UMM melalui pengenalan banner kiblat tersebut. Media edukasi ini dinilai sangat bermanfaat dalam menunjang kegiatan ibadah di sekolah sekaligus menambah wawasan keislaman siswa secara praktis dan ilmiah. Melalui kegiatan kunjungan ini, Prodi HKI UMM berharap dapat mempererat hubungan kelembagaan dengan SMA Muhammadiyah Sumenep serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pemahaman keislaman di lingkungan sekolah. Ke depan, Prodi HKI UMM berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif dan kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang hukum keluarga Islam dan praktik keislaman yang berlandaskan keilmuan.
Prodi HKI UMM Laksanakan Kunjungan dan Sosialisasi Pendidikan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan dan sosialisasi pendidikan ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, pada Rabu, 8 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi HKI UMM dalam memperkenalkan pendidikan tinggi berbasis hukum Islam sekaligus mempererat silaturahmi dengan lembaga pendidikan pesantren. Kunjungan tersebut disambut dengan hangat oleh jajaran pengasuh, asatidz, serta santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam mencetak generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Dalam sambutannya, perwakilan Prodi HKI UMM menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para santri mengenai pilihan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, khususnya pada bidang Hukum Keluarga Islam. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan Islam berkemajuan dengan pendekatan akademik yang integratif. Tim Prodi HKI UMM memaparkan profil Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia yang memiliki komitmen kuat dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. UMM dikenal memiliki lingkungan akademik yang kondusif serta jejaring kerja sama nasional dan internasional yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Lebih lanjut, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM diperkenalkan sebagai program studi yang mengintegrasikan kajian fikih, ushul fikih, dan hukum Islam dengan hukum positif Indonesia. Mahasiswa HKI dibekali pemahaman mendalam mengenai hukum keluarga, perkawinan, kewarisan, peradilan agama, hingga isu-isu hukum kontemporer yang relevan dengan kebutuhan umat dan masyarakat modern. Dalam sosialisasi tersebut, tim Prodi HKI UMM juga menjelaskan berbagai program unggulan yang dimiliki, seperti pembelajaran berbasis praktik melalui Laboratorium Syariah, penguatan kompetensi bahasa Arab dan bahasa Inggris, program magang nasional dan internasional, serta Center of Excellence (CoE) Corporate Law School. Program-program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia profesional. Para santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan tampak antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan. Hal ini terlihat dari keaktifan santri dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari sistem perkuliahan di UMM, jalur penerimaan mahasiswa baru, peluang beasiswa, hingga prospek lulusan Prodi HKI di dunia kerja. Tim Prodi HKI UMM menjawab pertanyaan tersebut dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Pihak Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Prodi HKI UMM. Kegiatan ini dinilai memberikan manfaat besar bagi santri, khususnya dalam menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan. Melalui kegiatan kunjungan dan sosialisasi ini, Prodi HKI UMM berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam pengembangan pendidikan Islam. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan santri mengenai pentingnya penguasaan ilmu hukum keluarga Islam sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang adil dan berkeadaban. Ke depan, Prodi HKI UMM berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren, dalam rangka mencetak generasi Muslim yang berilmu, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Prodi HKI UMM Laksanakan Kunjungan dan Sosialisasi Pendidikan di SMA Muhammadiyah Sumenep

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan dan sosialisasi pendidikan ke SMA Muhammadiyah Sumenep pada Rabu, 8 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi HKI UMM dalam memperkenalkan dunia perguruan tinggi kepada siswa sekolah menengah atas sekaligus memberikan wawasan mengenai pilihan studi dan prospek karier di bidang Hukum Keluarga Islam. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme di lingkungan SMA Muhammadiyah Sumenep. Para siswa kelas XI dan XII tampak aktif mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga akhir. Kehadiran tim dari Prodi HKI UMM disambut hangat oleh pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, jajaran guru, hingga tenaga kependidikan, yang mendukung penuh terlaksananya kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, tim Prodi HKI UMM memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia yang terus berkomitmen pada pengembangan akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. UMM dikenal memiliki lingkungan kampus yang kondusif, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta jejaring kerja sama nasional dan internasional yang luas. Secara khusus, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM dijelaskan sebagai program studi yang mengintegrasikan kajian hukum Islam dengan hukum positif Indonesia. Mahasiswa HKI tidak hanya mempelajari teori hukum Islam klasik, tetapi juga dibekali pemahaman praktis mengenai hukum keluarga, perkawinan, kewarisan, peradilan agama, serta isu-isu hukum kontemporer yang berkembang di masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, tim Prodi HKI UMM juga memaparkan berbagai program unggulan yang dimiliki, di antaranya Center of Excellence (CoE) Corporate Law School, program magang nasional dan internasional, penguatan kompetensi bahasa Arab dan bahasa Inggris untuk bidang hukum, serta pembelajaran berbasis praktik melalui Laboratorium Syariah. Program-program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan akademik dan profesional agar siap menghadapi dunia kerja. Selain pemaparan materi, para siswa SMA Muhammadiyah Sumenep juga diberikan gambaran mengenai prospek lulusan Prodi HKI UMM. Lulusan HKI memiliki peluang karier yang luas, mulai dari hakim peradilan agama, advokat, mediator, konsultan hukum syariah, penyuluh agama, hingga berkiprah di lembaga pemerintahan, lembaga keagamaan, dan sektor swasta. Penjelasan tersebut memberikan perspektif baru bagi siswa mengenai luasnya peluang masa depan yang dapat ditempuh melalui Prodi HKI. Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling menarik dalam kegiatan sosialisasi ini. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait kehidupan perkuliahan, sistem pembelajaran, jalur masuk ke UMM, peluang beasiswa, hingga pengalaman mahasiswa selama menempuh studi di Prodi HKI. Tim Prodi HKI UMM menjawab setiap pertanyaan dengan jelas dan komunikatif, sehingga suasana kegiatan berlangsung interaktif dan inspiratif. Pihak SMA Muhammadiyah Sumenep menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kunjungan dan sosialisasi tersebut. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dalam memberikan motivasi serta informasi yang komprehensif kepada siswa tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, Prodi HKI UMM berharap dapat mempererat silaturahmi dan kerja sama kelembagaan dengan SMA Muhammadiyah Sumenep. Selain itu, sosialisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan minat dan semangat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi serta mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing. Prodi HKI UMM berkomitmen untuk terus hadir memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan tinggi yang berkualitas.