Prodi HKI UMM Gelar Workshop Peningkatan Soft Skill dan Literasi Digital bagi Instruktur dan Asisten Laboratorium Syariah

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Soft Skill dan Literasi Digital dalam rangka pengembangan pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini diikuti oleh Instruktur Laboratorium Syariah dan Asisten Laboratorium Syariah Prodi HKI UMM sebagai bagian dari penguatan peran laboratorium dalam mendukung proses pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya pendukung akademik, khususnya instruktur dan asisten laboratorium, agar mampu beradaptasi dengan tuntutan pembelajaran OBE. Dalam sistem pembelajaran OBE, laboratorium memiliki peran strategis sebagai ruang praktik yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian learning outcomes mahasiswa, baik dari sisi keterampilan, sikap profesional, maupun penguasaan kompetensi praktis. Dalam sambutannya, pimpinan Prodi HKI UMM menegaskan bahwa peningkatan soft skill dan literasi digital tidak hanya penting bagi dosen, tetapi juga bagi instruktur dan asisten laboratorium syariah yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran praktik. Profesionalisme, komunikasi yang efektif, serta penguasaan teknologi digital menjadi faktor kunci dalam menciptakan pembelajaran laboratorium yang berkualitas dan selaras dengan pendekatan OBE. Materi workshop difokuskan pada penguatan soft skill, seperti kemampuan komunikasi akademik, kerja sama tim, etika pelayanan akademik, manajemen kegiatan praktikum, serta kepemimpinan dalam konteks laboratorium. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai literasi digital, meliputi pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kegiatan laboratorium, penggunaan media digital sebagai sarana pembelajaran praktik, serta dokumentasi dan evaluasi kegiatan laboratorium berbasis OBE. Para instruktur dan asisten Laboratorium Syariah Prodi HKI UMM mengikuti kegiatan workshop dengan antusias. Diskusi interaktif menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini, di mana peserta berbagi pengalaman terkait pelaksanaan praktikum, tantangan dalam pendampingan mahasiswa, serta inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran berbasis praktik. Workshop ini juga menekankan pentingnya integrasi peran laboratorium syariah dalam kurikulum OBE Prodi HKI UMM. Instruktur dan asisten laboratorium didorong untuk memahami secara utuh capaian pembelajaran mata kuliah dan profil lulusan, sehingga kegiatan praktikum yang dilaksanakan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian learning outcomes mahasiswa. Penguatan literasi digital dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung modernisasi pengelolaan laboratorium syariah. Dengan pemanfaatan teknologi digital, kegiatan laboratorium dapat dikelola secara lebih efektif, terdokumentasi dengan baik, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual bagi mahasiswa. Melalui workshop ini, Prodi HKI UMM menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis OBE secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek pengajaran di kelas, tetapi juga pada pembelajaran praktik di laboratorium. Instruktur dan asisten laboratorium syariah diharapkan dapat menjadi mitra strategis dosen dalam menciptakan pembelajaran yang holistik dan berorientasi pada capaian lulusan. Ke depan, Prodi HKI UMM berencana untuk terus mengembangkan kapasitas sumber daya manusia laboratorium melalui berbagai kegiatan pelatihan dan workshop. Dengan peningkatan soft skill dan literasi digital, Laboratorium Syariah diharapkan mampu berperan optimal sebagai pusat pembelajaran praktik yang mendukung terciptanya lulusan Hukum Keluarga Islam UMM yang unggul, profesional, dan berdaya saing.
Prodi HKI UMM Selenggarakan Workshop Peningkatan Soft Skill dan Literasi Digital untuk Pengembangan Pembelajaran OBE

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Soft Skill dan Literasi Digital sebagai upaya penguatan dan pengembangan pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen Prodi HKI UMM dan menjadi bagian dari komitmen prodi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Workshop ini dilaksanakan sebagai respons atas tuntutan dunia pendidikan tinggi yang semakin menekankan capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes) yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Melalui pendekatan OBE, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Dalam sambutannya, pimpinan Prodi HKI UMM menyampaikan bahwa peningkatan soft skill dan literasi digital menjadi aspek penting dalam implementasi OBE. Dosen dituntut untuk tidak hanya menguasai substansi keilmuan, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, komunikatif, kolaboratif, serta melek teknologi. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi dan penguatan kapasitas dosen dalam merespons tantangan tersebut. Materi workshop difokuskan pada penguatan soft skill dosen, seperti kemampuan komunikasi efektif, kepemimpinan akademik, manajemen kelas, serta strategi pembelajaran partisipatif. Selain itu, literasi digital juga menjadi perhatian utama, mencakup pemanfaatan teknologi digital dalam perencanaan pembelajaran, penggunaan learning management system, pengembangan media pembelajaran interaktif, serta optimalisasi platform digital untuk evaluasi pembelajaran berbasis OBE. Para dosen Prodi HKI UMM mengikuti kegiatan workshop dengan antusias. Diskusi interaktif dan sesi berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para peserta saling bertukar gagasan mengenai praktik pembelajaran yang telah diterapkan, tantangan yang dihadapi, serta inovasi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ketercapaian learning outcomes mahasiswa. Workshop ini juga menekankan pentingnya integrasi soft skill mahasiswa dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Dosen didorong untuk merancang metode pembelajaran dan penilaian yang mampu mengukur capaian soft skill, seperti kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kerja sama tim, dan etika profesional, yang selaras dengan profil lulusan Prodi HKI UMM. Selain itu, penguatan literasi digital dipandang sebagai langkah strategis untuk menjawab dinamika pembelajaran di era digital. Pemanfaatan teknologi tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian integral dari proses pembelajaran OBE yang efektif dan berkelanjutan. Dengan literasi digital yang baik, dosen diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan menarik bagi mahasiswa. Melalui workshop ini, Prodi HKI UMM menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi prodi dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta memastikan lulusan HKI UMM memiliki kompetensi akademik dan profesional yang unggul. Ke depan, Prodi HKI UMM berencana untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai bagian dari pengembangan kapasitas dosen. Dengan penguatan soft skill dan literasi digital, implementasi pembelajaran berbasis OBE diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas lulusan Prodi Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang.
Prodi HKI UMM Kunjungi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, Kenalkan Banner Kiblat Laboratorium Syariah

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, pada Rabu, 8 Januari 2025. Dalam kegiatan ini, Prodi HKI UMM tidak hanya melakukan silaturahmi dan sosialisasi pendidikan, tetapi juga memperkenalkan banner kiblat Laboratorium Syariah sebagai media edukasi penentuan arah kiblat yang sesuai dengan kaidah ilmu falak dan hukum Islam. Kunjungan tersebut disambut dengan hangat oleh jajaran pengasuh, asatidz, serta para santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Kehadiran tim Prodi HKI UMM menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam pengembangan pendidikan Islam yang aplikatif dan berbasis keilmuan. Dalam sambutannya, perwakilan Prodi HKI UMM menyampaikan bahwa pengenalan banner kiblat ini merupakan bagian dari peran Laboratorium Syariah sebagai pusat pembelajaran praktik keislaman. Banner kiblat dirancang untuk membantu penentuan arah kiblat secara tepat, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan secara syar’i, sehingga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan ibadah di lingkungan pesantren. Banner kiblat Laboratorium Syariah HKI UMM disusun berdasarkan perhitungan ilmu falak yang dipadukan dengan kajian fikih mengenai arah kiblat. Media ini tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi santri untuk memahami pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah salat. Dengan adanya banner ini, diharapkan santri dapat memperoleh pemahaman bahwa praktik ibadah juga dapat dikaji secara ilmiah dan akademik. Selain pengenalan banner kiblat, tim Prodi HKI UMM juga memperkenalkan profil Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia. UMM dikenal memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. Lebih lanjut, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM diperkenalkan sebagai program studi yang mengintegrasikan kajian hukum Islam klasik dengan hukum positif Indonesia. Mahasiswa HKI dibekali kompetensi di bidang hukum keluarga, perkawinan, kewarisan, peradilan agama, hingga isu-isu hukum kontemporer. Pembelajaran tersebut diperkuat melalui Laboratorium Syariah sebagai sarana praktik dan simulasi bagi mahasiswa. Para santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan tampak antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan oleh tim Prodi HKI UMM. Antusiasme tersebut terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab, di mana santri mengajukan pertanyaan seputar penentuan arah kiblat, kegiatan Laboratorium Syariah, hingga peluang melanjutkan studi di Prodi HKI UMM. Diskusi berlangsung aktif dan penuh keakraban. Pihak Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pengenalan banner kiblat Laboratorium Syariah yang dilakukan oleh Prodi HKI UMM. Media edukasi ini dinilai sangat bermanfaat dalam menunjang kegiatan ibadah di lingkungan pesantren serta menambah wawasan santri mengenai praktik keislaman yang berbasis ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan kunjungan ini, Prodi HKI UMM berharap dapat terus menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dalam bidang pendidikan dan pengembangan keislaman. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Prodi HKI UMM untuk berkontribusi nyata dalam penguatan pemahaman hukum Islam yang aplikatif, khususnya dalam praktik ibadah dan kehidupan bermasyarakat.
Prodi HKI UMM Sambangi SMA Muhammadiyah Sumenep, Kenalkan Banner Kiblat Laboratorium Syariah

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan pendidikan ke SMA Muhammadiyah Sumenep pada Rabu, 8 Januari 2025. Dalam kunjungan tersebut, Prodi HKI UMM tidak hanya melakukan sosialisasi program studi, tetapi juga memperkenalkan banner kiblat Laboratorium Syariah sebagai bentuk edukasi praktis terkait arah kiblat yang sesuai dengan kaidah ilmu falak dan hukum Islam. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan SMA Muhammadiyah Sumenep dan diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi serta para guru. Kehadiran tim dari Prodi HKI UMM disambut hangat oleh pihak sekolah. Kunjungan ini menjadi wujud nyata sinergi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah dalam meningkatkan pemahaman keislaman yang aplikatif di kalangan pelajar. Dalam sambutannya, perwakilan Prodi HKI UMM menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Prodi Hukum Keluarga Islam sekaligus menghadirkan edukasi praktis yang bermanfaat langsung bagi sekolah. Banner kiblat Laboratorium Syariah yang diperkenalkan merupakan media edukatif yang dirancang untuk membantu penentuan arah kiblat secara tepat dan ilmiah, khususnya dalam praktik ibadah sehari-hari. Banner kiblat tersebut merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dikembangkan oleh Laboratorium Syariah Prodi HKI UMM. Media ini disusun berdasarkan perhitungan ilmu falak dan prinsip hukum Islam, sehingga dapat digunakan sebagai rujukan dalam penentuan arah kiblat di lingkungan sekolah, terutama di musala atau ruang ibadah. Melalui pengenalan banner ini, siswa diharapkan memperoleh pemahaman bahwa penentuan arah kiblat tidak hanya bersifat tradisional, tetapi juga dapat dikaji secara ilmiah dan akademik. Selain pengenalan banner kiblat, tim Prodi HKI UMM juga menyampaikan sosialisasi mengenai Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia. UMM dikenal memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. Lebih lanjut, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM diperkenalkan sebagai program studi yang mengintegrasikan kajian hukum Islam dengan hukum positif Indonesia. Mahasiswa HKI dibekali kompetensi akademik dan praktik di bidang hukum keluarga, perkawinan, kewarisan, peradilan agama, hingga isu-isu hukum kontemporer. Pembelajaran berbasis praktik juga diperkuat melalui keberadaan Laboratorium Syariah sebagai sarana simulasi dan pelatihan. Dalam kegiatan tersebut, para siswa SMA Muhammadiyah Sumenep tampak antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan. Interaksi aktif terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab, di mana siswa mengajukan pertanyaan seputar penentuan arah kiblat, kegiatan Laboratorium Syariah, hingga peluang melanjutkan studi di Prodi HKI UMM. Tim Prodi HKI UMM menjawab pertanyaan dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Pihak SMA Muhammadiyah Sumenep menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kontribusi Prodi HKI UMM melalui pengenalan banner kiblat tersebut. Media edukasi ini dinilai sangat bermanfaat dalam menunjang kegiatan ibadah di sekolah sekaligus menambah wawasan keislaman siswa secara praktis dan ilmiah. Melalui kegiatan kunjungan ini, Prodi HKI UMM berharap dapat mempererat hubungan kelembagaan dengan SMA Muhammadiyah Sumenep serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pemahaman keislaman di lingkungan sekolah. Ke depan, Prodi HKI UMM berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif dan kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang hukum keluarga Islam dan praktik keislaman yang berlandaskan keilmuan.
Prodi HKI UMM Laksanakan Kunjungan dan Sosialisasi Pendidikan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan dan sosialisasi pendidikan ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, pada Rabu, 8 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi HKI UMM dalam memperkenalkan pendidikan tinggi berbasis hukum Islam sekaligus mempererat silaturahmi dengan lembaga pendidikan pesantren. Kunjungan tersebut disambut dengan hangat oleh jajaran pengasuh, asatidz, serta santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam mencetak generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Dalam sambutannya, perwakilan Prodi HKI UMM menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para santri mengenai pilihan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, khususnya pada bidang Hukum Keluarga Islam. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan Islam berkemajuan dengan pendekatan akademik yang integratif. Tim Prodi HKI UMM memaparkan profil Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia yang memiliki komitmen kuat dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. UMM dikenal memiliki lingkungan akademik yang kondusif serta jejaring kerja sama nasional dan internasional yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Lebih lanjut, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM diperkenalkan sebagai program studi yang mengintegrasikan kajian fikih, ushul fikih, dan hukum Islam dengan hukum positif Indonesia. Mahasiswa HKI dibekali pemahaman mendalam mengenai hukum keluarga, perkawinan, kewarisan, peradilan agama, hingga isu-isu hukum kontemporer yang relevan dengan kebutuhan umat dan masyarakat modern. Dalam sosialisasi tersebut, tim Prodi HKI UMM juga menjelaskan berbagai program unggulan yang dimiliki, seperti pembelajaran berbasis praktik melalui Laboratorium Syariah, penguatan kompetensi bahasa Arab dan bahasa Inggris, program magang nasional dan internasional, serta Center of Excellence (CoE) Corporate Law School. Program-program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia profesional. Para santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan tampak antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan. Hal ini terlihat dari keaktifan santri dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari sistem perkuliahan di UMM, jalur penerimaan mahasiswa baru, peluang beasiswa, hingga prospek lulusan Prodi HKI di dunia kerja. Tim Prodi HKI UMM menjawab pertanyaan tersebut dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Pihak Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Prodi HKI UMM. Kegiatan ini dinilai memberikan manfaat besar bagi santri, khususnya dalam menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan. Melalui kegiatan kunjungan dan sosialisasi ini, Prodi HKI UMM berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam pengembangan pendidikan Islam. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan santri mengenai pentingnya penguasaan ilmu hukum keluarga Islam sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang adil dan berkeadaban. Ke depan, Prodi HKI UMM berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren, dalam rangka mencetak generasi Muslim yang berilmu, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Prodi HKI UMM Laksanakan Kunjungan dan Sosialisasi Pendidikan di SMA Muhammadiyah Sumenep

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan dan sosialisasi pendidikan ke SMA Muhammadiyah Sumenep pada Rabu, 8 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi HKI UMM dalam memperkenalkan dunia perguruan tinggi kepada siswa sekolah menengah atas sekaligus memberikan wawasan mengenai pilihan studi dan prospek karier di bidang Hukum Keluarga Islam. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme di lingkungan SMA Muhammadiyah Sumenep. Para siswa kelas XI dan XII tampak aktif mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga akhir. Kehadiran tim dari Prodi HKI UMM disambut hangat oleh pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, jajaran guru, hingga tenaga kependidikan, yang mendukung penuh terlaksananya kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, tim Prodi HKI UMM memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia yang terus berkomitmen pada pengembangan akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. UMM dikenal memiliki lingkungan kampus yang kondusif, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta jejaring kerja sama nasional dan internasional yang luas. Secara khusus, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM dijelaskan sebagai program studi yang mengintegrasikan kajian hukum Islam dengan hukum positif Indonesia. Mahasiswa HKI tidak hanya mempelajari teori hukum Islam klasik, tetapi juga dibekali pemahaman praktis mengenai hukum keluarga, perkawinan, kewarisan, peradilan agama, serta isu-isu hukum kontemporer yang berkembang di masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, tim Prodi HKI UMM juga memaparkan berbagai program unggulan yang dimiliki, di antaranya Center of Excellence (CoE) Corporate Law School, program magang nasional dan internasional, penguatan kompetensi bahasa Arab dan bahasa Inggris untuk bidang hukum, serta pembelajaran berbasis praktik melalui Laboratorium Syariah. Program-program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan akademik dan profesional agar siap menghadapi dunia kerja. Selain pemaparan materi, para siswa SMA Muhammadiyah Sumenep juga diberikan gambaran mengenai prospek lulusan Prodi HKI UMM. Lulusan HKI memiliki peluang karier yang luas, mulai dari hakim peradilan agama, advokat, mediator, konsultan hukum syariah, penyuluh agama, hingga berkiprah di lembaga pemerintahan, lembaga keagamaan, dan sektor swasta. Penjelasan tersebut memberikan perspektif baru bagi siswa mengenai luasnya peluang masa depan yang dapat ditempuh melalui Prodi HKI. Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling menarik dalam kegiatan sosialisasi ini. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait kehidupan perkuliahan, sistem pembelajaran, jalur masuk ke UMM, peluang beasiswa, hingga pengalaman mahasiswa selama menempuh studi di Prodi HKI. Tim Prodi HKI UMM menjawab setiap pertanyaan dengan jelas dan komunikatif, sehingga suasana kegiatan berlangsung interaktif dan inspiratif. Pihak SMA Muhammadiyah Sumenep menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kunjungan dan sosialisasi tersebut. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dalam memberikan motivasi serta informasi yang komprehensif kepada siswa tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, Prodi HKI UMM berharap dapat mempererat silaturahmi dan kerja sama kelembagaan dengan SMA Muhammadiyah Sumenep. Selain itu, sosialisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan minat dan semangat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi serta mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing. Prodi HKI UMM berkomitmen untuk terus hadir memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan tinggi yang berkualitas.
Prodi HKI UMM Gelar Kunjungan dan Sosialisasi di SMA Muhammadiyah Pamekasan

Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan dan sosialisasi pendidikan ke SMA Muhammadiyah Pamekasan pada Rabu, 8 Januari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Prodi HKI UMM dalam memperkenalkan dunia perguruan tinggi sekaligus memberikan gambaran peluang studi dan karier di bidang Hukum Keluarga Islam kepada siswa tingkat menengah atas. Kegiatan sosialisasi berlangsung di aula SMA Muhammadiyah Pamekasan dan diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi kelas XI dan XII. Kehadiran tim dari Prodi HKI UMM disambut hangat oleh pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga para siswa yang tampak aktif mengikuti jalannya acara. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan komunikatif, mencerminkan semangat kolaborasi antara institusi pendidikan Muhammadiyah. Dalam pemaparannya, tim Prodi HKI UMM memperkenalkan profil Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia. UMM dikenal dengan julukan “Kampus Putih” dan memiliki komitmen kuat dalam pengembangan akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Islam berkemajuan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah. Lebih lanjut, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM dijelaskan sebagai program studi yang tidak hanya fokus pada kajian hukum Islam klasik, tetapi juga mengintegrasikan hukum positif dan praktik hukum kontemporer. Mahasiswa HKI dibekali pemahaman mendalam mengenai hukum keluarga, hukum waris, perkawinan, peradilan agama, hingga isu-isu hukum modern yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dalam sesi sosialisasi tersebut, tim Prodi HKI UMM juga memaparkan berbagai program unggulan, seperti Center of Excellence (CoE) Corporate Law School, program magang nasional dan internasional, penguatan bahasa Arab dan Inggris untuk hukum, serta pembelajaran berbasis praktik melalui laboratorium syariah. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja. Tidak hanya itu, para siswa juga diperkenalkan dengan prospek lulusan HKI UMM yang sangat beragam. Lulusan Prodi HKI memiliki peluang karier sebagai hakim peradilan agama, advokat, mediator, konsultan hukum syariah, penyuluh agama, hingga profesional di lembaga pemerintahan dan swasta. Penjelasan ini memberikan wawasan baru bagi siswa bahwa studi Hukum Keluarga Islam memiliki cakupan karier yang luas dan strategis. Sesi tanya jawab menjadi salah satu momen paling menarik dalam kegiatan ini. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar perkuliahan, beasiswa, jalur masuk UMM, hingga pengalaman mahasiswa HKI selama menempuh studi. Tim Prodi HKI UMM menjawab setiap pertanyaan dengan lugas dan komunikatif, sehingga suasana sosialisasi terasa hidup dan inspiratif. Pihak SMA Muhammadiyah Pamekasan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Sosialisasi dinilai sangat bermanfaat dalam memberikan motivasi dan gambaran nyata kepada siswa terkait pilihan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Muhammadiyah. Melalui kegiatan kunjungan dan sosialisasi ini, Prodi HKI UMM berharap dapat mempererat hubungan kelembagaan dengan SMA Muhammadiyah Pamekasan serta mendorong minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Prodi HKI UMM dalam berkontribusi mencerdaskan generasi muda dan menyiapkan calon intelektual Muslim yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing global.
Lagi, Peserta COE Corporate Law School Batch II diterima Kerja sebelum Lulus

Perjalanan karier seorang mahasiswa sering kali menjadi cerminan bagaimana proses akademik mampu membentuk kesiapan menghadapi dunia profesional. Hal inilah yang tergambar dari kiprah Agid Yukafi atau kerap akrab dipanggil yuke, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang, yang kini telah berkiprah sebagai staf di Maven IP Consultant, sebuah firma konsultan yang bergerak di bidang kekayaan intelektual. Bagi Yuke, pencapaiannya saat ini bukanlah hasil yang diraih secara instan. Ketertarikannya pada dunia hukum bisnis dan kekayaan intelektual telah tumbuh sejak masa perkuliahan. Meski berlatar belakang Hukum Keluarga Islam, ia melihat bahwa ilmu hukum memiliki irisan yang luas dengan kebutuhan dunia korporasi. Ketertarikan tersebut kemudian ia asah melalui proses pembelajaran di kelas, diskusi akademik, hingga keikutsertaannya dalam berbagai seminar dan pelatihan yang relevan dengan isu hukum kontemporer. Lebih dari sekadar penguasaan materi, Agid menekankan pentingnya membangun mindset profesional sejak masih menjadi mahasiswa. Disiplin, kemampuan komunikasi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bekal utama yang ia siapkan. Ketika kesempatan bergabung dengan Maven IP Consultant datang, ia memaknainya bukan hanya sebagai peluang kerja, tetapi juga sebagai ruang belajar untuk mengimplementasikan ilmu HKI dalam praktik hukum nyata. Dalam menjalani pekerjaannya di dunia korporasi, Agid merasakan secara langsung manfaat kompetensi yang diperoleh dari Prodi HKI UMM. Pemahaman dasar Hukum Keluarga Islam yang dipadukan dengan pendekatan hukum positif, kemampuan analisis kasus, serta keterampilan membaca dan menyusun dokumen hukum menjadi fondasi yang sangat membantu. Selain itu, proses akademik di HKI UMM juga melatih mahasiswa untuk berpikir sistematis, kritis, dan menjunjung tinggi etika—nilai-nilai yang krusial dalam lingkungan kerja profesional. Tak kalah penting, soft skill seperti kerja tim, komunikasi efektif, dan rasa tanggung jawab turut berperan besar dalam menunjang kinerja di lingkungan korporasi yang menuntut ketelitian dan profesionalisme tinggi. Menurut Agid, kemampuan ini sering kali menjadi pembeda antara lulusan yang siap kerja dan yang masih perlu banyak beradaptasi. Di Maven IP Consultant, Agid kerap berhadapan dengan klien serta dokumen yang memiliki dimensi internasional, khususnya terkait regulasi dan perlindungan kekayaan intelektual. Tantangan ini menuntut ketelitian ekstra serta pemahaman terhadap regulasi global yang terus berkembang. Untuk menghadapinya, ia aktif mempelajari referensi internasional, memahami standar hukum lintas negara, dan berdiskusi dengan rekan kerja yang lebih berpengalaman. Baginya, kemauan untuk terus belajar menjadi kunci agar mampu beradaptasi dengan kompleksitas hukum internasional. Menurut Yuke, di era globalisasi saat ini, seorang lawyer tidak cukup hanya menguasai hukum nasional. Kemampuan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, menjadi kebutuhan mendasar. Selain itu, literasi hukum internasional, pemahaman standar compliance, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi global merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki oleh praktisi hukum masa kini. Ia juga menilai bahwa lulusan Center of Excellence (CoE) HKI UMM memiliki peluang besar untuk bersaing di lingkungan kerja berstandar internasional. Pengayaan kompetensi, pendekatan praktik, serta wawasan korporasi yang diperoleh selama masa studi menjadi modal awal yang kuat. Dengan terus mengasah kemampuan teknis hukum, memperkuat penguasaan bahasa asing, dan membangun jejaring profesional, lulusan CoE HKI dinilai mampu berkontribusi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Menutup refleksinya, Yuke berpesan kepada mahasiswa HKI UMM agar tidak ragu bermimpi besar. Persiapan karier, menurutnya, harus dimulai sejak dini dengan memaksimalkan proses belajar di bangku kuliah. Keberanian mencoba hal baru, pengembangan hard skill dan soft skill, serta kesiapan mental dan etika profesional menjadi kunci untuk menembus dunia korporasi dan internasional. Dunia kerja, pada akhirnya, membutuhkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkembang dan memberi kontribusi nyata.
LAB SYARIAH HKI UMM ADAKAN PLKH II DIGITAL MARKETING FOR LAW FIRM BAGI MAHASISWA REGULER HKI ANGKATAN 2022
Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Kemahiran Hukum II (PLKH III) bertema “Digital Marketing for Law Firm”. Kegiatan ini diperuntukkan khusus bagi mahasiswa reguler HKI angkatan 2022 sebagai bekal menghadapi tantangan dunia hukum yang semakin digital dan kompetitif. PLKH II ini dirancang untuk menjawab kebutuhan lulusan hukum yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teori dan regulasi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan strategi pemasaran jasa hukum. Di era digital saat ini, firma hukum dituntut mampu membangun citra profesional, menjangkau klien secara luas, serta menyampaikan layanan hukum secara efektif melalui berbagai platform digital. Oleh karena itu, digital marketing menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki calon praktisi hukum. Materi pelatihan dalam PLKH II ini disusun secara komprehensif dan aplikatif, mencakup tiga pilar utama, yaitu desain grafis, fotografi dan videografi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam produksi konten hukum. Setiap materi tidak hanya diberikan secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik intensif agar peserta mampu langsung mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh. Pada sesi desain grafis, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai prinsip dasar desain visual, seperti kontras, keseimbangan, grid, spacing, serta harmonisasi warna. Selain itu, peserta juga mempelajari hierarki tipografi agar pesan hukum dapat disampaikan secara jelas, menarik, dan mudah dipahami oleh publik. Pelatihan ini mengenalkan penggunaan aplikasi desain populer seperti Canva dan CorelDRAW, termasuk teknik menyiapkan desain yang sesuai standar unggahan media sosial dan kebutuhan promosi firma hukum. Sesi berikutnya difokuskan pada fotografi dan videografi sebagai bagian dari visual storytelling. Mahasiswa dilatih memahami teknik pengambilan gambar menggunakan perangkat sederhana seperti kamera ponsel, namun tetap menghasilkan visual yang profesional. Materi meliputi komposisi, jenis shot, pencahayaan, hingga teknik pengambilan video yang mendukung narasi hukum. Peserta juga mempraktikkan proses editing cepat menggunakan aplikasi pendukung agar mampu menghasilkan konten foto dan video yang siap dipublikasikan di platform digital. Tidak kalah penting, PLKH II ini juga membekali mahasiswa dengan keterampilan pemanfaatan AI dalam pembuatan konten digital. Peserta dikenalkan pada peran AI sebagai asisten kreatif dalam membantu penyusunan ide, penulisan caption, scripting video, hingga optimalisasi desain dan editing. Selain aspek teknis, pelatihan ini menekankan pentingnya etika penggunaan AI, khususnya terkait transparansi, hak cipta, dan keaslian karya, agar mahasiswa tetap menjunjung tinggi nilai profesionalisme dan integritas hukum. Melalui rangkaian PLKH II ini, Laboratorium Syariah HKI UMM berharap mahasiswa angkatan 2022 mampu memiliki nilai tambah sebagai calon sarjana hukum keluarga Islam yang tidak hanya memahami substansi hukum, tetapi juga cakap dalam membangun personal branding dan branding lembaga hukum secara digital. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis Prodi HKI UMM dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman, berdaya saing, dan siap berkiprah di dunia praktik hukum modern. Dengan terselenggaranya PLKH III Digital Marketing for Law Firm ini, Prodi HKI UMM menegaskan perannya sebagai program studi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi mahasiswa secara holistik, baik dari sisi akademik maupun keterampilan praktis.(NM)
Laboratorium Syariah HKI Gelar Praktik Sidang Peradilan Agama

Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa melalui penyelenggaraan kegiatan Praktik Sidang Peradilan Agama. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa HKI angkatan 2023 sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik, yang berlangsung dengan antusias dan penuh keseriusan. Praktik sidang ini dipandu langsung oleh Alfiyah selaku instruktur, yang dikenal memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang hukum peradilan agama. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori hukum acara peradilan agama, tetapi juga mempraktikkan secara langsung proses persidangan sebagaimana yang berlangsung di Pengadilan Agama. Kegiatan praktik sidang peradilan agama ini dirancang menyerupai kondisi persidangan yang sesungguhnya. Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa peran, seperti hakim ketua, hakim anggota, panitera, penggugat, tergugat, kuasa hukum, hingga saksi. Setiap peran dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum acara peradilan agama yang berlaku, sehingga mahasiswa dapat memahami alur persidangan secara komprehensif dan aplikatif. Instruktur Alfiyah dalam penyampaiannya menekankan bahwa praktik sidang ini merupakan bekal penting bagi mahasiswa HKI sebagai calon praktisi hukum keluarga Islam. Menurutnya, pemahaman teori saja tidak cukup tanpa diiringi dengan pengalaman praktik yang memadai. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini menjadi sarana strategis untuk melatih kemampuan analisis hukum, keterampilan berbicara di depan forum resmi, serta etika dan sikap profesional di ruang sidang. “Melalui praktik sidang ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami tahapan persidangan peradilan agama secara utuh, mulai dari pembukaan sidang, pemeriksaan perkara, pembuktian, hingga pembacaan putusan. Ini adalah pengalaman awal yang sangat berharga sebelum mereka terjun langsung ke dunia kerja atau magang di lembaga peradilan,” ujar Alfiyah. Mahasiswa HKI angkatan 2023 selaku penyelenggara kegiatan menunjukkan peran aktif dan tanggung jawab tinggi dalam menyukseskan praktik sidang ini. Persiapan dilakukan secara matang, mulai dari penyusunan skenario perkara, pembagian peran, hingga penguasaan materi hukum yang relevan. Hal ini mencerminkan semangat belajar dan kesungguhan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik dan profesional. Kegiatan praktik sidang peradilan agama ini juga menjadi wadah pembelajaran kolaboratif. Mahasiswa tidak hanya belajar secara individual, tetapi juga bekerja sama dalam tim, berdiskusi, serta saling memberikan masukan untuk memperbaiki jalannya persidangan. Dengan demikian, kegiatan ini turut melatih soft skills mahasiswa, seperti kerja sama, komunikasi, dan kepemimpinan. Laboratorium Syariah HKI sebagai penyelenggara kegiatan memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran praktikum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui fasilitas dan program yang tersedia, Laboratorium Syariah terus berupaya menghadirkan kegiatan akademik yang aplikatif dan kontekstual, khususnya di bidang hukum keluarga Islam dan peradilan agama. Dengan terselenggaranya praktik sidang peradilan agama ini, diharapkan mahasiswa HKI angkatan 2023 semakin siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional di masa depan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran di Prodi Hukum Keluarga Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada pembentukan kompetensi praktis dan profesionalisme mahasiswa sebagai calon praktisi hukum yang berintegritas.