Membongkar Dunia Saham, Mahasiswa HKI Didorong Melek Pasar Modal

Malang, 18 Juni 2025 – Program Center of Excellence (COE) Corporate Law School Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang, kembali menghadirkan kegiatan unggulan berupa Kuliah Praktisi dengan tema “Membongkar Dunia Saham: Menakar Peluang Mahasiswa HKI dalam Dunia Pasar Modal.” Acara yang digelar pada Rabu, 18 Juni 2025, ini menghadirkan Venus Kusumawardana, S.E., M.M., seorang pakar ekonomi nasional dan praktisi saham yang telah lama berkecimpung di dunia investasi pasar modal. Kuliah ini diikuti oleh para mahasiswa peserta program COE Corporate Law School, dengan antusiasme tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Dalam pemaparannya, Venus Kusumawardana menjelaskan pentingnya generasi muda, termasuk mahasiswa hukum, memahami ekosistem pasar modal. Ia menegaskan bahwa dunia saham bukan hanya untuk kalangan ekonom atau investor profesional, tetapi juga terbuka bagi para sarjana hukum, khususnya dalam aspek regulasi, kepatuhan hukum, dan perlindungan konsumen.“Mahasiswa HKI memiliki peluang besar dalam dunia pasar modal, terutama dalam mengawal aspek legal, kontraktual, serta etika bisnis berbasis syariah. Dunia investasi memerlukan sentuhan kepakaran hukum agar lebih berkeadilan dan berkelanjutan,” ungkap Venus di hadapan para peserta. Acara ini dipandu oleh Nabila Malik, S.H. selaku moderator, yang berhasil menjaga suasana diskusi tetap interaktif dan produktif. Para mahasiswa tampak aktif berdialog, mengajukan pertanyaan kritis seputar hukum investasi, transaksi syariah, hingga prospek karier bagi lulusan HKI di sektor keuangan dan pasar modal. Kuliah Praktisi COE ini merupakan salah satu program penguatan keterampilan non-konvensional yang dirancang untuk membekali mahasiswa HKI dengan wawasan industri terkini, sebagai bagian dari pengembangan kurikulum berbasis dunia kerja. Dengan menghadirkan langsung praktisi berpengalaman, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga memahami praktik dan tantangan riil di lapangan. Dekan Fakultas Agama Islam UMM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap agar sinergi antara akademisi dan praktisi terus diperkuat, sehingga mahasiswa HKI mampu menjawab kebutuhan zaman, termasuk di sektor-sektor strategis seperti pasar modal dan investasi syariah. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada narasumber dan sesi dokumentasi bersama. Para peserta menyampaikan kesan positif dan harapan agar kuliah praktisi serupa dapat diselenggarakan secara rutin sebagai bagian dari proses transformasi kompetensi lulusan HKI menuju dunia profesional.
Bukan Cuma Debat, Tapi Pembuktian! Mahasiswa HKI UMM Raih Juara Harapan I

Magelang, 10 Mei 2025 — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim debat dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) sukses meraih Juara Harapan I dalam ajang Lomba Debat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Tidar, Magelang, pada 10 Mei 2025. Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata semangat akademik dan daya kritis mahasiswa UMM dalam menjawab tantangan intelektual di tingkat nasional.Dalam wawancara yang dilakukan bersama para anggota tim, terungkap bahwa persiapan yang mereka jalani tidaklah mudah. Namun, semangat kolaboratif dan semangat belajar menjadi kunci utama keberhasilan. Hanif Rafif, mahasiswa HKI angkatan 2023, menjelaskan bahwa pembagian peran dilakukan secara natural, berdasarkan kemampuan masing-masing anggota. Kekompakan dibangun melalui komunikasi terbuka dan kebiasaan saling berbagi pemikiran.“Kami membagi peran sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tidak ada dinamika khusus, kami hanya sering berdiskusi dan banyak ngobrol agar lebih kompak serta saling memahami satu sama lain,” ujarnya. Hanif juga menambahkan bahwa latihan debat yang intensif membantu mereka memahami bahwa setiap permasalahan selalu memiliki sebab dan akibat. Oleh karena itu, pendekatan analitis dan berpikir kritis menjadi sangat penting.“Dengan banyak latihan, kami belajar untuk tidak langsung menghakimi sebuah isu. Kami mencoba melihat dari berbagai sudut pandang sebelum menyimpulkan sesuatu,” tambahnya. Sementara itu, Muhammad Rafly Razani, mahasiswa HKI angkatan 2024, menyampaikan pandangannya mengenai arti “harapan” dalam konteks kompetisi. Baginya, perolehan Juara Harapan I bukan sekadar posisi, melainkan pijakan awal menuju prestasi yang lebih tinggi.“Harapan adalah sesuatu yang disertai tindakan dan keputusan yang baik. Tanpa itu, harapan hanya akan menjadi mimpi. Maka, Juara Harapan I ini harus kami jadikan batu loncatan untuk meraih juara utama. Ini baru permulaan,” tegas Rafly. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya semangat belajar dan refleksi diri sebagai pondasi utama dalam meraih kesuksesan.“Sebagaimana pepatah Arab mengatakan ‘An-nāsu a‘dāu mā jahilūh’—manusia cenderung membenci apa yang tidak diketahuinya. Maka, penting untuk terus belajar, memahami diri, dan memperkuat dasar keilmuan sebagai bagian dari perjalanan sukses,” ujarnya dengan penuh semangat. Nida Nahwa Firdaus, mahasiswa HKI angkatan 2022, mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya untuk mengikuti lomba ini adalah tantangan dan keinginan untuk berkembang, meski waktu persiapan sangat terbatas.“Saya melihat ini sebagai peluang emas untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun argumen, dan bekerja sama dalam tim di bawah tekanan. Saya juga ingin membuktikan kepada diri sendiri dan kampus bahwa kami mampu, walau dalam kondisi yang tidak ideal. Bagi saya, proses dan pengalaman jauh lebih berharga daripada sekadar hasil,” tuturnya. Ia juga berbagi kesan pertamanya saat mengetahui bahwa timnya akan mewakili kampus di kompetisi tersebut.“Perasaan saya saat itu campur aduk—antara terkejut, bersemangat, dan khawatir. Bangga karena dipercaya membawa nama kampus, tapi juga waswas karena keterbatasan waktu persiapan. Tapi semangat untuk mencoba dan memberikan yang terbaik sangat besar,” jelasnya. Pencapaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa HKI UMM tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang solid, tetapi juga semangat kolaboratif, mental kompetitif, serta tekad kuat untuk terus berkembang. Harapannya, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah potensi diri dan mengharumkan nama almamater di berbagai ajang nasional maupun internasional.(NM)
Prodi HKI UMM Bersilaturahmi ke Pesantren: Menjalin Sinergi dan Menyemai Generasi Unggul

Sukoharjo dan Tengaran, 12 Mei 2025 — Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkenalkan Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada masyarakat pesantren, tim Prodi HKI UMM melakukan kunjungan silaturahmi ke dua pondok pesantren ternama di Jawa Tengah, yaitu Pondok Pesantren Imam Al-Bukhori di Sukoharjo dan Pondok Pesantren Imam Al-Irsyad di Tengaran, Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Prodi HKI UMM. Dalam kunjungan tersebut, tim membagikan brosur dan flyer PMB, serta menjalin komunikasi strategis dengan para pimpinan pesantren terkait peluang studi lanjut bagi para santri di bidang Hukum Keluarga Islam. Pada kunjungan ke Pondok Pesantren Imam Al-Bukhori – Solo, tim HKI UMM yang diwakili oleh Jamal dan M. Kamaluddin disambut hangat oleh: Ustadz Zaenal Arifin (Kepala Kesantrian) Ustadz Husein Arafat Ustadz Ardin Amir (Wakil Mudir) Sementara itu, kunjungan ke Pondok Pesantren Imam Al-Irsyad Tengaran – Semarang juga berlangsung dengan antusias. Tim disambut oleh: Ustadz Zuhdi Amin, Lc Ustadz Ifam, Lc Ustadz Saifin, Lc., MA Ustadz Juli Darmawan, Lc., MA Melalui kegiatan ini, Prodi HKI UMM berharap dapat menjalin sinergi yang berkelanjutan dengan lembaga-lembaga pesantren, serta membuka jalan bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang hukum Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia profesional saat ini. ujar salah satu perwakilan tim kunjungan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Prodi HKI UMM dalam menyambung silaturahmi dan menyemai generasi baru yang siap menjadi agen perubahan di masyarakat. (Nm)
Berkat Program COE Corporate Law School, Muhammad Khadafi Diterima Kerja Sebelum Wisuda dengan Gaji di Atas UMR.

Jakarta, 28/4/2025. Program Center of Excellence (COE) Corporate Law School kembali mencatatkan prestasimembanggakan. Muhammad Khadafi, salah satu pesertaBatch I, berhasil diterima bekerja secara resmi di PT Cahaya Mas Solusindo, Jakarta Barat — bahkan sebelum ia resmidiwisuda. Lebih membanggakan lagi, Khadafi diterimadengan tawaran gaji di atas Upah Minimum Regional (UMR). PT Cahaya Mas Solusindo merupakan perusahaan konsultanpajak terkemuka yang menyediakan layanan komprehensifdalam bidang perpajakan bagi klien-klien nasional dan internasional. Melalui program magang COE Corporate Law School, Khadafi tidak hanya memperoleh pengalamanlangsung di dunia industri, tetapi juga menunjukkan performayang luar biasa hingga dipercaya untuk bergabung secarapenuh. Saat ini, Khadafi aktif bekerja di PT Cahaya Mas Solusindosembari menunggu proses yudisium dan wisuda. Kesuksesanini menjadi bukti nyata bahwa kurikulum kerja-berbasisindustri yang dikembangkan dalam program COE Corporate Law School mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dengantepat. Dalam testimoninya, Muhammad Khadafi menyampaikanrasa syukur dan bangganya, “Program COE Corporate Law School benar-benarmembuka jalan saya menuju dunia kerja profesional. Saya dibekali keterampilan praktis yang langsung dapatditerapkan. Alhamdulillah, sejak magang saya sudahdipercaya menangani berbagai proyek, dan sekarangresmi bergabung dengan perusahaan sebelum saya lulus kuliah.” Dari pihak perusahaan, perwakilan HRD PT Cahaya Mas Solusindo juga memberikan apresiasi, “Kami sangat terkesan dengan kesiapan kerja dan etosprofesional Muhammad Khadafi. Ia mampu beradaptasicepat, memahami dunia konsultan pajak, dan memberikan kontribusi nyata. Program COE ini terbuktimenghasilkan calon profesional yang sangat kompeten.” Sementara itu, Bapak Soni Zakaria selaku PIC COE Corporate Law School menegaskan bahwa keberhasilan iniadalah cerminan dari visi besar program tersebut. “Sejak awal, COE Corporate Law School dirancanguntuk mengurangi gap antara dunia akademik dan dunia industri. Capaian Khadafi ini membuktikan bahwadengan kurikulum berbasis praktik dan jejaring industriyang kuat, mahasiswa bisa langsung ‘landing’ di dunia kerja bahkan sebelum mereka lulus.” Prestasi Muhammad Khadafi ini diharapkan menjadi inspirasibagi seluruh mahasiswa untuk terus mengasah kemampuanpraktis sejak dini, sekaligus memperkuat posisi COE Corporate Law School sebagai program unggulan yang siapmencetak tenaga profesional di bidang hukum korporasi dan sektor industri lainnya. (SZ)
JADWAL UTS GENAP 2024-2025
JADWAL IMSAKIYYAH MALANG RAYA 1446 H/ 2025 M

Halo Sobat HKI UMM , tidak terasa ya Ramadhan Sebentar Lagi tiba! Supaya tidak ketinggalan jadwal sholat sekaligus Imsak kami lampirkan jadwal Imsakiyyah Untuk daerah Malang Raya yang bisa kamu download melalui link dibawah ini : JADWAL IMSAKIYYAH RAMADHAN 1446/2025 (KABUPATEN MALANG) JADWAL IMSAKIYYAH RAMADHAN 1446/2025 (KOTA MALANG) JADWAL IMSAKIYYAH RAMADHAN 1446/2025 (KOTA BATU) Semoga Jadwal ini membantu antum sekalian ya ! dan Bulan Ramadhan kali ini menjadi moment pernuh berkah bagi kita semua ya! Selama menjalankan Ibadah Puasa
RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN HKI FAI-UMM

Trawas, 19 Januari 2025, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tahap II yang bertempat di Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Mojokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja fakultas selama semester ganjil tahun akademik 2024/2025 sekaligus menyusun strategi perencanaan untuk tahun 2025 guna meningkatkan mutu akademik dan layanan pendidikan. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan. Dekan FAI UMM, Prof. Dr. Khozin, M.Si, dalam sambutannya menegaskan pentingnya RTM sebagai momentum refleksi bersama dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, khususnya di era digital. Beliau juga menekankan perlunya inovasi dalam mendukung pengembangan akademik dan kemahasiswaan.Rapat berlangsung intensif dengan beberapa agenda utama, di antaranya: Evaluasi Capaian 2024 Perencanaan Program 2025 Pembahasan Masalah dan Solusi Selama rapat, para peserta secara aktif berdiskusi dan memberikan masukan terkait: Pengembangan Kurikulum Peserta menyarankan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman, terutama untuk menghadapi era digital. Perbaikan Sarana dan Prasarana Fokus pada peningkatan fasilitas pendukung agar proses belajar-mengajar lebih optimal. Peningkatan Kompetensi SDM Strategi pelatihan dan pengembangan dosen serta tenaga kependidikan untuk menghadapi tantangan global. Kemajuan Kemahasiswaan Upaya menciptakan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi di dunia kerja. Suasana rapat berlangsung produktif dan penuh semangat, mencerminkan komitmen seluruh peserta dalam mendukung visi dan misi Fakultas Agama Islam UMM.Setelah rapat di tingkat fakultas, kegiatan dilanjutkan dengan RTM di tingkat Program Studi. Pada sesi ini, setiap prodi mengevaluasi capaian masing-masing dan menyampaikan masukan demi kemajuan bersama. Diskusi berlangsung konstruktif dengan berbagai usulan inovatif yang mendukung pengembangan akademik dan layanan pendidikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang kokoh dalam merealisasikan target dan rencana strategis FAI UMM di tahun 2025. Seluruh pihak berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan.(fai.umm)
JUARA III LOMBA DEBAT ILMIAH BAHASA INDONESIA DI UNIV FEST NASIONAL 2024

Guluk-Guluk, Sumenep – Tim mahasiswa Hukum Keluarga Islam (HKI) 2024 Universitas Annuqayah berhasil meraih prestasi gemilang dengan meraih Juara III dalam Lomba Debat Ilmiah Bahasa Indonesia pada acara Univ Fest Nasional 2024. Lomba ini diselenggarakan di Universitas Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, yang diikuti oleh berbagai universitas ternama dari seluruh Indonesia. Persiapan yang Matang Salah satu anggota tim, Sakilla HKI 2024, memaparkan bahwa persiapan mereka dimulai dengan memahami mosi debat yang diberikan. “Kami memahami mosi terlebih dahulu, kemudian kami baca dan belajar ilmu Mantiq untuk menambah pengetahuan. Dengan waktu 150 menit tiap hari, sisanya kami menonton video lomba debat di YouTube sebagai contoh praktisi. H-3, kami mulai bedah mosi untuk babak pertama,” ujar Sakilla. Lebih lanjut, Sakilla menyebutkan bahwa persiapan dilakukan selama hampir 5-6 hari intensif sebelum keberangkatan. “Kami menghabiskan waktu hampir 5-6 hari untuk mempersiapkan materi dan latihan sebelum berangkat lomba,” tambahnya. Strategi dan Kunci Keberhasilan Strategi utama tim dalam menghadapi kompetisi ini diungkapkan oleh Rafli Razani HKI 2024. “Strategi yang dipakai adalah menjatuhkan mental lawan, membuat mereka blunder, dan memecahkan konsentrasi serta fokus mereka. Dengan cara itu, kami bisa masuk dan meruntuhkan, meluluhlantakkan bangunan mental dan argumentasi mereka,” jelasnya. Selain itu, Abidzar HKI 2024 menambahkan bahwa kunci keberhasilan terletak pada persiapan yang matang dan kekuatan argumentasi. “Saya ndak punya cara khusus, semua tergantung pada persiapan dan argumentasi saja, kak,” katanya dengan rendah hati.Topik Mosi yang Diangkat Dalam lomba tersebut, tim menghadapi mosi yang menantang, seperti: Majelis ini menolak perbedaan pelayanan kesehatan terhadap pengguna BPJS. Majelis ini meyakini partai politik merupakan faktor utama turunnya kualitas demokrasi. Majelis ini mendukung pelajar yang melakukan tindak kriminal harus dipidana. Tim HKI berhasil memberikan argumentasi yang kuat pada setiap mosi tersebut, menunjukkan kemampuan analitis dan retorika yang luar biasa.Kebanggaan dan Syukur Abidzar HKI 2024 mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang, kak. Awalnya saya nggak nyangka kalau bisa sampai ke titik ini,” katanya dengan senyum penuh kebahagiaan.Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, strategi yang tepat, dan kemampuan argumentasi yang solid dapat membawa hasil yang membanggakan. Tim HKI 2024 berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengasah kemampuan debat dan berkontribusi dalam berbagai kompetisi ilmiah. Harapan di Masa Depan Dengan keberhasilan ini, Universitas Annuqayah semakin menunjukkan kualitas mahasiswanya di tingkat nasional. Semoga prestasi ini menjadi awal dari pencapaian-pencapaian berikutnya, baik di tingkat nasional maupun internasional.(NM)
International Seminar “Progressive Policies in Islamic Family Law: Social and Economic Implications”

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melalui Fakultas Agama Islam, kembali menyelenggarakan seminar internasional dengan tema “Progressive Policies in Islamic Family Law: Social and Economic Implications” pada tanggal (Tanggal Acara). Seminar ini mengupas isu-isu kontemporer dalam hukum keluarga Islam serta implikasinya terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Acara ini akan dibuka oleh Dr. Imamul Hakim S.E, M.Sh., selaku Wakil Dekan III Fakultas Agama Islam, UMM, yang juga akan menyampaikan sambutan dan pandangannya terkait pentingnya progresivitas kebijakan dalam hukum keluarga Islam di era modern. Seminar menghadirkan dua pembicara utama yang ahli di bidangnya: Prof. Fahd Mohana Salim Alahmadi, akademisi terkemuka dari Islamic University of Medina, Saudi Arabia, yang akan membahas pendekatan progresif dalam hukum keluarga Islam dari perspektif global. Moh. Nurhakim, Ph.D., dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia, yang akan mengulas relevansi hukum keluarga Islam terhadap dinamika sosial dan ekonomi di Indonesia. Diskusi dalam seminar ini akan dipandu oleh moderator berpengalaman, Jamal, S.H.I., M.Sy., dosen Hukum Keluarga Islam UMM, yang akan memastikan jalannya diskusi berlangsung interaktif dan mendalam. Seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah bertukar pikiran dan solusi atas tantangan yang dihadapi dalam penerapan hukum keluarga Islam di berbagai konteks. Para akademisi, praktisi hukum, dan masyarakat umum diundang untuk berpartisipasi aktif dalam acara ini. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan menghubungi panitia melalui website resmi UMM atau kontak yang tersedia. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan dan jaringan dalam bidang hukum keluarga Islam.
Islamic Law Competition 2024 Sukses Digelar: “Compete with Pride, Let the Passion Be Your Guide” Jadi Bukti Semangat Mahasiswa HKI

Himpunan Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam (HMPS HKI) Fakultas Agama Islam UMM baru saja menutup rangkaian acara Islamic Law Competition (ILC) 2024 dengan penuh kesuksesan. Mengusung tema “Compete with Pride, Let the Passion Be Your Guide”, kegiatan ini menjadi ajang kompetisi yang tidak hanya memacu intelektualitas, tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan semangat sportivitas di kalangan mahasiswa. Berkompetisi dengan Kebanggaan dan Semangat Tema yang diusung tahun ini menggambarkan esensi ILC 2024 sebagai wadah untuk mahasiswa menunjukkan potensi terbaik mereka, baik dalam ranah akademik maupun non-akademik. Ketua pelaksana, Hamdan Hadi (HKI 2022), mengungkapkan bahwa acara ini dirancang untuk menginspirasi mahasiswa agar percaya diri dan bangga dengan bakat mereka. “Kami ingin setiap peserta merasa bangga dengan apa yang mereka miliki dan menjadikan passion mereka sebagai panduan untuk terus berkembang,” ujar Hamdan. Sorotan Acara dan Partisipasi Luar Biasa ILC 2023 menghadirkan berbagai cabang lomba seperti debat hukum Islam, futsal, seni kaligrafi, dan stand-up comedy. Kompetisi debat menjadi highlight acara dengan topik-topik yang memancing pemikiran kritis mahasiswa. Sementara itu, cabang olahraga , Non sport ,Debat , dan putra putri HKI menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan sisi kreatif dan sportivitas mereka. Acara ini diikuti oleh lseluruh angkatan di HKI , menciptakan atmosfer kompetisi yang meriah namun tetap menjunjung tinggi semangat fair play. Sorakan dan dukungan dari teman-teman seangkatan menambah kemeriahan acara di setiap cabang lomba. Penutupan yang Penuh Harapan Acara ditutup dengan sesi awarding night yang mengumumkan para pemenang dari setiap kategori. Tidak hanya itu, panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk kategori “Best Spirit” bagi peserta yang menunjukkan semangat luar biasa sepanjang kompetisi. Hamdan Hadi menyampaikan harapannya untuk ILC di masa depan. “Kami berharap Islamic Law Competition terus berkembang dan menjadi acara tahunan yang lebih besar, bahkan melibatkan universitas lain. Semoga kegiatan ini selalu memberikan dampak positif bagi mahasiswa, baik dari segi akademik maupun non-akademik,” tutupnya. Islamic Law Competition 2023 telah membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan solidaritas mahasiswa HKI mampu menciptakan sebuah acara yang inspiratif dan membanggakan. Semoga ajang ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi di masa depan!