Magelang, 10 Mei 2025 — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim debat dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) sukses meraih Juara Harapan I dalam ajang Lomba Debat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Tidar, Magelang, pada 10 Mei 2025. Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata semangat akademik dan daya kritis mahasiswa UMM dalam menjawab tantangan intelektual di tingkat nasional.Dalam wawancara yang dilakukan bersama para anggota tim, terungkap bahwa persiapan yang mereka jalani tidaklah mudah. Namun, semangat kolaboratif dan semangat belajar menjadi kunci utama keberhasilan.

Hanif Rafif, mahasiswa HKI angkatan 2023, menjelaskan bahwa pembagian peran dilakukan secara natural, berdasarkan kemampuan masing-masing anggota. Kekompakan dibangun melalui komunikasi terbuka dan kebiasaan saling berbagi pemikiran.“Kami membagi peran sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tidak ada dinamika khusus, kami hanya sering berdiskusi dan banyak ngobrol agar lebih kompak serta saling memahami satu sama lain,” ujarnya.

Hanif juga menambahkan bahwa latihan debat yang intensif membantu mereka memahami bahwa setiap permasalahan selalu memiliki sebab dan akibat. Oleh karena itu, pendekatan analitis dan berpikir kritis menjadi sangat penting.“Dengan banyak latihan, kami belajar untuk tidak langsung menghakimi sebuah isu. Kami mencoba melihat dari berbagai sudut pandang sebelum menyimpulkan sesuatu,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Rafly Razani, mahasiswa HKI angkatan 2024, menyampaikan pandangannya mengenai arti “harapan” dalam konteks kompetisi. Baginya, perolehan Juara Harapan I bukan sekadar posisi, melainkan pijakan awal menuju prestasi yang lebih tinggi.“Harapan adalah sesuatu yang disertai tindakan dan keputusan yang baik. Tanpa itu, harapan hanya akan menjadi mimpi. Maka, Juara Harapan I ini harus kami jadikan batu loncatan untuk meraih juara utama. Ini baru permulaan,” tegas Rafly.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya semangat belajar dan refleksi diri sebagai pondasi utama dalam meraih kesuksesan.“Sebagaimana pepatah Arab mengatakan ‘An-nāsu a‘dāu mā jahilūh’—manusia cenderung membenci apa yang tidak diketahuinya. Maka, penting untuk terus belajar, memahami diri, dan memperkuat dasar keilmuan sebagai bagian dari perjalanan sukses,” ujarnya dengan penuh semangat.

Nida Nahwa Firdaus, mahasiswa HKI angkatan 2022, mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya untuk mengikuti lomba ini adalah tantangan dan keinginan untuk berkembang, meski waktu persiapan sangat terbatas.“Saya melihat ini sebagai peluang emas untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun argumen, dan bekerja sama dalam tim di bawah tekanan. Saya juga ingin membuktikan kepada diri sendiri dan kampus bahwa kami mampu, walau dalam kondisi yang tidak ideal. Bagi saya, proses dan pengalaman jauh lebih berharga daripada sekadar hasil,” tuturnya.

Ia juga berbagi kesan pertamanya saat mengetahui bahwa timnya akan mewakili kampus di kompetisi tersebut.“Perasaan saya saat itu campur aduk—antara terkejut, bersemangat, dan khawatir. Bangga karena dipercaya membawa nama kampus, tapi juga waswas karena keterbatasan waktu persiapan. Tapi semangat untuk mencoba dan memberikan yang terbaik sangat besar,” jelasnya.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa HKI UMM tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang solid, tetapi juga semangat kolaboratif, mental kompetitif, serta tekad kuat untuk terus berkembang. Harapannya, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah potensi diri dan mengharumkan nama almamater di berbagai ajang nasional maupun internasional.(NM)