Berhasil Mempertahankan Akreditasi A, Prodi HKI Terus Tingkatkan Kualitas Akademik

  Tepat pada hari Selasa, 03 November 2020, telah diterima sertifikat akreditasi Prodi HKI UMM yang berhasil mempertahankan peringkat Akreditasi A. Berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 6855/SK/BAN-PT/Ak-PPJ/S/XI/2020, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah), Pada Program Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang, Malang memenuhi syarat peringkat Akreditasi A Sertifikat akreditasi program studi ini berlaku sejak tanggal 1 – November – 2020 sampai dengan 1 November 2025. Prodi HKI UMM terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasaran serta sumber daya manusia dari dosen maupun mahasiswa untuk konversi ke predikat Unggul di akreditasi selanjutnya. Zaman yang berubah membuat norma di setiap komunitas berubah. Itu pula yang terjadi di perguruan tinggi. Kriteria “SDM unggul” yang diidealkan perguruan tinggi mengalami pergeseran besar. Kondisi ini berimplikasi terhadap lahirnya kriteria-kriteria baru yang harus dipenuhi oleh masyarakat perguruan tinggi. Tim Kemristekdikti pernah merumuskan formula 4C sebagai formula untuk SDM unggul pada era Revlusi Industri 4.0. Formula itu berisi empat hal yang harus dimiliki masyarakat perguruan tinggi, yaitu ciritcal thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), communication (komunikasi), dan collaboration (kolaborasi). Mengingat peran perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan dan katalisator kemajuan, kriteria-kriteria di atas sebenarnya tidak betul-betul baru bagi masyarakat perguruan tinggi. Bahkan seluruh kriteria itu telah menjadi dasar pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.(LA) Silahkan klik Akreditasi Prodi HKI untuk mendownload file.

Raih Prestasi Wisudawan Terbaik Universitas, Alumni Prodi HKI Berambisi Lanjutkan Studi Ke Luar Negeri

Senin, 19 Oktober 2020, Mohamad Asep, mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam secara resmi mendapat gelar Sarjana Hukum dengan prestasi sebagai wisudawan terbaik di Tingkat Universitas pada wisuda ke-97 periode III Tahun 2020. Putra terakhir dari Bapak Saroni menyelesaikan studi Sarjana dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 dengan judul skripsi “Kritik Atas Konstruksi Fikih Disabilitas Nahdlatul Ulama Tinjauan Maqasid Al-Syari’ah”. Berbekal kemampuan Bahasa Arab  dan Bahasa Inggris yang pernah didapat di Pondok Modern Darussalam Gontor sebelum masuk kuliah, Asep berambisi melanjutkan studi di Negara Non-Arab, seperti Australia, Inggris atau Belanda. Saat ini, saya akan memperbaiki kemampuan bahasa Inggris saya. Meski dulu fasih berbahasa Inggris, karena jarang dilatih, akhirnya menguap begitu saja. Semoga kemampuan saya akan cukup untuk mendapatkan beasiswa dari negara yang saya tuju,” kata  mantan Ketua Umum Forum Studi Islam Fakultas Agama Islam UMM ini. Selain hobi membaca buku, Asep juga mulai aktif menulis di beberapa media dan jurnal artikel untuk mengasah kemampuan menulisnya. “Rethinking The Contemporary Discourse of Jihad” salah satu artikel jurnal yang telah terbit di Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, vol 9, No 2, Desember 2019, yang ditulis bersama dosen Prodi HKI. Menjadi wisudawan terbaik di Tingkat Universitas tidak membuat Asep merasa puas untuk mendalami keilmuan di Bidang Hukum Islam. Alumni asal Indramayu ini bertekad untuk melanjutkan studi Master ke Negara Non-Arab, yang terinspirasi dari dosen di Prodi HKI yang pernah mengajarnya di masa kuliah, yaitu Pradana Boy ZTF., Ph.D dan Hasnan Bachtiar, S.HI., MIMWAdv. (LA)

Dosen HKI Raih Gelar Doktor di Bidang Ilmu Qur’an Tafsir

Selasa, 06 Oktober 2020 tepat pada pukul 08:00 – 11:00 WIB, salah satu dosen kebanggaan Prodi HKI, Syamsurizal Yazid mengikuti ujian terbuka (secara daring) dalam rangka mempertahankan disertasinya di Bidang Ilmu al-Qur’an dan Tafsir yang ia kerjakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya. Setelah lulus dari Pesantren Darussalam Gontor, ia menempuh pendidikan sarjana di IAIN Sunan Ampel Malang. Setelah itu, ia menempuh program pascasarjana dan meraih gelar Master of Arts di bidang Hukum Islam di International Islamic University of Islamabad (IIUI) Pakistan. Saat ini, ia telah berhasil meraih gelar doktor dengan spesialisasi “Tafsir Ayat-Ayat Hukum.” Menurut Arif Zuhri, selaku Kaprodi HKI UMM, “Dengan diraihnya gelar doktor oleh Ustadz Syamsurizal, maka diharapkan akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan HKI UMM dan dengan demikian, meningkatkan proses pendidikan, riset dan pengabdian masyarakat, sehingga nanti para mahasiswa yang berada di bawah bimbingannya juga menjadi generasi pemimpin bangsa yang lebih baik.” Kami segenap civitas akademika HKI UMM, turut bahagia dan ingin mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih oleh Dr. Syamsurizal Yazid, M.A.[]

Lab Syariah Gelar Stadium General Via Daring

Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Agama Islam UMM telah melaksanakan Stadium General Pra-Praktikum Semester Genap 2019 -2020 pada selasa, 10 September 2020, yang pelaksaanaanya tertunda akibat adanya pandemi covid-19. Praktikum dilaksanakan secara daring atau online setelah tim Laboratorium Syariah mengkaji beberapa platform digital yang dapat menunjang pembelajaran secara daring, seperti memaksimalkan video pembelajaran dengan mengunggah di Youtube Lab Syariah UMM, memaksimalkan penggunaan aplikasi canvas yang terintegrasi dengan lms.umm.ac.id untuk mengirim materi pembelajaran dan menggunakan aplikasi zoom untuk memudahkan interaksi dan asistensi antara Instruktur dan mahasiswa. Dimulainya pembelajaran praktikum dengan mengadakan Stadium General yang dibuka oleh R. Tanzil Fawaiq Sayyaf sebagai Kepala Lab. Syari’ah, kegiatan ini sebagai salah satu upaya uji coba pembelajaran digital oleh Laboratorium Syariah. Tidak dapat dipungkiri, hikmah dari adanya pandemi covid-19 membuat instansi dan praktisi pendidikan membuat terobosan-terobosan baru dalam proses pembelajaran agar materi dapat disampaikan dengan baik dan tentunya dapat diserap dengan baik pula oleh peserta didik. “Praktikum semester Genap 2019- 2020 adalah praktikum pertama kali yang diadakan secara daring sekaligus uji coba, jika memungkinkan dan menunjukkan hasil yang memuaskan, tentu dapat diaplikasikan jangka panjang, tentu akan lebih maksimal jika digabungkan atau dibaurkan dengan pembelajaran luring”, ujar Tanzil. Salah satu pemateri, Agus Supriadi, Lc., M.H.I, yang mengampu praktikum studi Ayat Kewarisan, menyampaikan materi dengan sangat baik, didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga mahasiswa yang mengikuti dapat menangkap materi pembelajaran dengan baik, hal ini ditandai dengan hasil review (tugas) yang dibuat oleh mahasiswa menunjukkan nilai sangat baik (A), dihampir semua peserta. Namun demikian, setiap mata kuliah praktikum tentu ada karakteristik masing-masing, seperti mata kuliah Hukum Acara Perdata, tidak semua materi dapat diberikan secara daring, skill-skill khusus tetap harus diberikan secara luring, seperti praktik sidang semu (teknik persidangan di Pengadilan Negeri) tentu harus dipraktikkan secara langsung. Materi tersebut tetap dilaksanakan secara luring dengan mematuhi protokol kesehatan dan sesuai SOP Penggunaan ruang sidang Laboratorium Syariah selama mas covid-19. Selanjutnya, laboratorium Syariah ingin mengembangkan video pembelajaran informatif yang singkat namun jelas agar dapat diakses masyarakat secara luas, mengingat materi Laboratorium Syariah mencakup dan bersinggungan langsung dengan permasalahan nyata di masyarakat, seperti pembagian waris sesuai Islam, pembuatan gugatan dan permohonan ke Pengadilan Agama, pengukuran Arah Kiblat, rukyatul hilal dan sebagainya. (IM)

Tim Lab. Syariah Mengabadikan Fenomena Bulan Purnama

2 September 2020 M. yang bertepatan dengan 14 Muharram 1442 H, Instruktur praktikum Ilmu Falak pada Laboratorium Syariah, Prodi Hukum Keluarga Islam, FAI-UMM dan juga anggota tim astrofotografi UMM, Syamsu Alam kembali mendokumentasikan fenomena alam bulan purnama yang ditangkap dengan alat astofotografi. Bulan purnama berhasil diabadikan menggunakan EOS  1200D. 💻 RegiStax6 dan Lightroom. Bulan purnama dapat diamati di arah Timur-Meneggara hingga ke Barat-Barat Daya dan berada di letak rasi bintang Akuarius. Bulan purnama ini bisa disebut dengan Bulan Jagung Penuh (Full Corn Moon) dan Bulan Jelai Penuh (Full Barley Moon), karena pada saat itu petani sedang memanen tanaman jagung dan kedelai. . Altitude bulan Purnama +86° 06′ 03″, azimuth 124° 07′ 09″, umur bulan 14d 14h 2m 13s. Setiap bentuk lubang yang ada di bulan mempunyai kawasan-kawasan tersendiri. Nama-nama kawasan di Bulan: – Mare Serenitatis (Laut Tenang) – Mare Tranquillitatis (Laut Tentram) – Mare Crisium (Laut Krisis) – Mare Fecunditatis (Laut Subur) – Langrenus (kawah) – Mare Nectarius (Laut Nektar) – Mare Vaporum (Laut Wap) – Mare Insularum (Laut Pulau) – Mare Nubium (Laut Awan) – Tycho (kawah) – Mare Humorum (Laut Lembab) – Mare Cognitum (Laut yang diketahui) – Byrgius (kawah) – Grimaldi (kawah) – Oceanus Procellarum (Laut Ribut) – Kepler (kawah) – Aristarchus (kawah) – Copernicus (kawah) – Mare Imbrium (Laut Hujan) – Plato (kawah) – Mare Frigoris (Laut Sejuk)

Bedah Karya Ilmiah Prodi HKI bersama Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A

Senin 24 Agustus 2020, Prodi HKI UMM dengan bangga mempersembahkan “Bedah Karya Ilmiah HKI bersama Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A.”  dengan moderator Hasnan Bachtiar, Dosen Prodi HKI. Pada acara kali ini Prodi HKI membedah karya salah satu Peneliti LIPI dan Intelektual Muhammadiyah Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A. yang bertajuk “Heresy and Politics: How Indonesian Islam deal with Extremism, Pluralism and Populism”, karya ini diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah. Ahmad Najib Burhani baru saja dikukuhkan sebagai Profesor riset di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dr. Najib memiliki fokus kajian tentang fenomena keagamaan di Indonesia, khususnya Muhammadiyah dan kelompok minoritas. Buku ini mengulas tentang tiga dekade terakhir Indonesia yang mengalami kebangkitan politik Islam. Tahun 1990-an digambarkan sebagai “Pergantian Islam” dan ditandai dengan perpindahan beberapa santri (Muslim yang saleh) ke pusat pemerintahan, pemerintahan yang lebih berorientasi pada agama, dan ledakan aktivitas Islam di ruang publik. Tahun 2000-an disebut sebagai “Belokan Konservatif”, dengan pertumbuhan radikalisme dan terorisme sebagai indikator yang paling jelas. Pergeseran ketiga religiusitas terjadi pada tahun 2010-an dan lazim disebut sebagai “demokrasi yang saleh atau tidak liberal”. Peraih beasiswa Fulbright pada tahun 2007 ini menerangkan bahwa dekade ini beberapa kelompok Islamis menjauhkan diri dari kekerasan dan terorisme, menyesuaikan gerakan mereka dengan demokrasi dan Pancasila, dan mengubah wajah konservatisme menjadi sesuatu yang menyerupai budaya pop. Secara umum, buku ini membahas tentang dinamika jalinan antar agama, khususnya Islam, dan politik dalam tiga dekade tersebut. Konsep “bid’ah” di sini merujuk pada hasil keterikatan itu dalam empat tingkatan. Pertama, adopsi narasi, istilah, dan jargon agama dalam persaingan dan persaingan politik. Kedua, keterlibatan politik dalam “kampanye anti bidah” yang menyatakan bahwa mereka yang berbeda pandangan agama sebagai murtad atau “sesat dan menyesatkan” (off track and menyesatkan) Ketiga, komodifikasi dan politisasi ritual keagamaan untuk ekonomi dan politik. Keempat, promosi kekhalifahan, politik yang berorientasi syariah, dan penyebaran radikalisme agama dan terorisme. “Fenomena ini dapat dilihat sebagai “ajaran sesat baru” yang hanya dapat ditemukan di zaman modern ini sebagai produk dari keterikatan antara agama dan politik, buku ini berisi puluhan diskusi yang dikemas dalam enam kategori, mulai dari fashion hingga terorisme. Berbekal analisis yang canggih, buku ini pasti akan lebih jauh, pemahaman kita tentang hakikat politik di Indonesia kontemporer,” tambah Najib Catatan tersebut merupakan kumpulan beberapa tulisan yang sudah terbit di beberapa media ternama sekaliber Kompas, Today Singaphore, The Jakarta Post, Firstpost India, dan ISEAS Commentary. Tak lupa untuk melengkapi bagian bagian penting beberapa tulisan juga diambil dari jurnal berkelas terindeks scopus seperti jurnal Studia Islamika UIN Jakarta. (LA) Saksikan dengan klik disini youtube Prodi HKI https://www.youtube.com/watch?v=m38Vzm8goX0 

Prodi HKI Sambut Tahun Baru 1442 Hijriyah

Akhir bulan Dzulhijjah  pada hari Rabu, Pahing, 19 Agustus 2020, Ijtimak pada jam 09:42:59 WIB (Malang). Hilal sudah diatas ufuk setelah Matahari sudah terbenam. Terbenam Matahari pada jam 17:29:26 WIB dengan azimut Matahari 282° 33′ 07′. Sedangkan bulan terbenam pada jam 17:47:45 WIB, altitude hilal 03° 51′ 23″, elongasi 04° 23′ 47″, azimuth 286° 06 ‘ 22″, lama hilal di atas ufuk 18 menit 19 detik, dan umur hilal setelah ijtimak 07:46:27. Dengan demikian, awal bulan Muharam 1442 H. jatuh pada hari Kamis, Pon, 20 Agustus 2020 M. Segenap Keluarga Besar Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) FAI-UMM mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1442 H. Selamat jalan 1441 H. Selamat datang 1442 H.

Prodi HKI Sambut Tahun Baru 1442 Hijriyah

Akhir bulan Dzulhijjah  pada hari Rabu, Pahing, 19 Agustus 2020, Ijtimak pada jam 09:42:59 WIB (Malang). Hilal sudah diatas ufuk setelah Matahari sudah terbenam. Terbenam Matahari pada jam 17:29:26 WIB dengan azimut Matahari 282° 33′ 07′. Sedangkan bulan terbenam pada jam 17:47:45 WIB, altitude hilal 03° 51′ 23″, elongasi 04° 23′ 47″, azimuth 286° 06 ‘ 22″, lama hilal di atas ufuk 18 menit 19 detik, dan umur hilal setelah ijtimak 07:46:27. Dengan demikian, awal bulan Muharam 1442 H. jatuh pada hari Kamis, Pon, 20 Agustus 2020 M. Segenap Keluarga Besar Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) FAI-UMM mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1442 H. Selamat jalan 1441 H. Selamat datang 1442 H.

Spirit Ta’awun Idul Adha 1441 H

Segenap sivitas akademika Prodi HKI UMM mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H”. Merayakan hari raya Idul Adha yang jatuh pada Jum’at, 31 Juli 2020 di tengah pandemi tidak menyurutkan semangat umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban. PP Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat pengganti penyembelihan hewan kurban dengan dana untuk membantu para dhuafa yang terdampak covid-19. Mengutip dari harian Republika, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan tuntunan ibadah puasa arafah, Idul Adha, kurban dan protokol ibadah kurban pada masa pandemi virus corona atau Covid-19. Muhammadiyah menyarankan umat Islam yang mampu agar lebih mengutamakan sedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban di masa pandemi ini. Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto, menjelaskan hukum ibadah kurban adalah sunah muakadah bagi Muslim yang telah memiliki kemampuan untuk berkurban dengan tata cara sesuai tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Namun pandemi Covid-19 menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatnya jumlah kaum dhuafa. Ia mengatakan, bagi mereka yang mampu membantu penanggulangan dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 sekaligus mampu berkurban, maka dapat melakukan keduanya. Sebab membantu dhuafa maupun berkurban, keduanya mendapatkan pahala dari Allah SWT. Agung mengatakan, panduan ini hendaknya dapat dilaksanakan dan menjadi panduan bagi umat Islam pada umumnya, warga Muhammadiyah pada khususnya. Khusus bagi warga Muhammadiyah beserta seluruh institusi dan amal usaha yang berada dalam lingkungan persyarikatan Muhammadiyah dari pusat sampai ranting hendaknya mengikuti tuntunan yang ditetapkan oleh persyarikatan.

Tingkatkan Profesionalitas, Dosen HKI Terima Jabatan Fungsional

  Serah terima Jabatan fungsional yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) yang berlangsung pada Senin (20/07/2020) di Aula BAU UMM kepada dosen-dosen di lingkungan UMM. Jabatan Fungsional diberikan secara langsung oleh Dekan FAI UMM kepada dua Dosen Prodi HKI, Arif Zuhri dan Jamal.   Jabatan fungsional dosen merupakan  catatan atau posisi dalam masyarakat akademik yang menunjukkan pengakuan atas kemampuan akademik dalam kehidupan akademik. Jabatan Akademik Dosen adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang Dosen dalam suatu satuan pendidikan tinggi yang dalam pelaksanaannya didasarkan pada keahlian tertentu serta bersifat mandiri.   “Diharapkan dosen-dosen dengan Jabatan Fungsional dapat mendorong Prodi dan Fakultas, terutama dalam memenuhi aspek caturdharma pendidikan.” pesan Prof. Tobroni, Dekan Fakultas Agama Islam.   Jabatan fungsional diberikan sebagai upaya peningkatan profesionalitas dosen agar mampu bersaing dalam kualitas pendidikan dan terus-menerus menyumbangkan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, pengabdian pada masyarakat, penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang bersumber pada Al Qur’an dan As Sunnah. (LA)