Prodi HKI Gelar Bedah Karya Ilmiah Bersama Pradana Boy
Prodi HKI bekerjasama dengan Laboratorium Ilmu Pemerintahan, menggelar diskusi ilmiah terkait dengan buku karangan Pradana Boy ZTF, PhD, yang merupakan salah satu dosen Prodi HKI dengan judul “Fatwa in Indonesia: An Analysis of Dominant Legal Ideas and Mode of Thought of Fatwa-Making Agencies and Their Implications in the Post-New Order Period.” Buku ini telah diterbitkan pada tahun 2018 oleh Amsterdam University Press yang merupakan seri disertasi studi doktoral di National University of Singapore (NUS). Diskusi yang dipandu oleh Hasnan Bachtiar, M. Arif Zuhri dan Yana S. Hijri berlangsung secara daring pada Jum’at, 10 Juli 2020. Pradana Boy ZTF yang juga alumni Prodi HKI menyatakan bahwa sesungguhnya dalam produksi fatwa di Indonesia, sangat dipengaruhi oleh tiga institusi pembuat fatwa: Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Sementara itu, dalam dinamika pembuatan fatwa, pemikiran keagamaan konservatif dan tradisional mewarnai secara dominan. Sedangkan pemikiran progresif, kendati ada, namun perannya cenderung marginal. Pradana Boy juga berbagi pengalamannya selama proses penulisan disertasi di bawah bimbingan Prof Aisha Abdulrahman. “Saya harus bertapa tinggal di study room pascasarjana NUS berhari-hari bahkan di saat liburan, di mana jarang ada mahasiwa datang ke kampus.” Lalu selama mengerjakan tugas akhirnya itu, ia bercerita bahwa, “Proses supervisi yang dilalui dengan profesor pembimbing dilakukan dengan sangat ketat, bahkan baris demi baris kalimat, setebal lebih dari lima ratus halaman” ungkapnya. Setelah menyelesaikan disertasinya, Pradana Boy mengerjakan proses publikasi di University of Massachusetts Amherst, Amerika, sekaligus mengikuti short course di bidang ilmu politik. Sebelum mengakhiri diskusi ilmiah tersebut, beliau menyampaikan sebuah pesan nasehat kepada para akademisi untuk selalu memprioritaskan etos kerja ilmiah dengan penuh tanggung jawab dan integritas akademik sehingga dapat berkarya sesuai dengan spirit akademik mengenai orisinalitas (keaslian), kejujuran, dan novelty (keistimewaan).
Awardee MSPP Batch 3, Dosen HKI Lolos Program Perkaderan Diktilitbang PP Muhammadiyah
Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) merupakan salah satu program pembibitan kader/aktivis persyarikatan dan dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) sebagai sarana pengkaderan untuk melanjutkan studi Master atau Doktoral dengan membekali kemampuan Bahasa Inggris melalui pelatihan, strategi memperoleh beasiswa, soft skill serta leadership. Program ini diselenggarakan atas kerjasama antara Diktilitbang PP Muhammadiyah, LAzisMu dan Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Muhammadiyah. Program ini memberikan kesempatan kepada 50 kader terbaik yang dipilih dari seluruh PTMA se-Indonesia. Luciana Anggraeni, M.H, merupakan dosen HKI yang menjadi salah satu awardee beasiswa MSPP batch 3 sebagai representatif dari UMM. Program ini telah dilaksanakan untuk ke 3 kalinya setelah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Luciana menyampaikan “Mempunyai cita-cita untuk studi ke luar negeri adalah impian sejak lulus S1, dan keinginan untuk belajar Bahasa Inggris sudah ada sejak menjadi mahasiswi di Prodi HKI, namun terkendala biaya dan keterbatasan informasi, saya kira untuk kursus Bahasa Inggris cukup membutuhkan biaya yang tidak murah”. “Program beasiswa pelatihan Bahasa Inggris seperti MSPP inilah yang sangat ditunggu sejak dulu, saya sangat bersyukur mendapat kesempatan menjadi awardee program ini. Sebelum dilaksanakannya proses pelatihan Bahasa Inggris, para peserta diberi pembekalan Baitul Arqom selama 5 hari mulai tanggal 05-10 januari 2020 yang bertempat di Pusbang Diktilitbang Kaliurang Sleman, Yogyakarta,” jelas Luciana. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang (Muhammad Sayuti, M.Pd,. M.Ed,. Ph.d), Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang (H. Ahmad Muttaqin, Ph.D), Ketua LazisMu (Hilman Latief,Ph.D), Ketua Majelis Pendidikan Kader (Dr. Ari Anshori, M.Ag) dengan keynote speaker oleh Prof. Dr. K.H Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A dan Dr. H. Muhammad Amien Rais. Pembukaan pembekalan kader MSPP batch 3 dibuka oleh Hilman Latief. Hilman mengatakan,”program ini merupakan proses pembibitan kader Muhammadiyah yang diproyeksikan untuk masa depan. Tidak hanya fokus pada pelatihan Bahasa Inggris, juga fokus pada pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan seperti Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, tips dan trik mendapatkan beasiswa dan supervisor untuk jenjang Doktoral”. Pelatihan Bahasa Inggris fokus pada program IELTS yang terdiri dari 4 skill yaitu Listening, Reading, Writing dan Speaking, pelatihan IELTS dilaksanakan di dua tempat yang berbeda yaitu di Lembaga Bahasa UMS, Solo dan Global English, Pare, Kediri yang bekerjasama dengan Majelis Diktilitbang. Pelatihan dilaksanakan selama 3 bulan sejak 10 januari sampai 10 April 2020 dengan jumlah peserta 49 orang dibagi menjadi dua, 24 di UMS dan 25 di Global English. “Belajar IELTS itu butuh waktu dan proses yang panjang, tidak bisa secara instan karena berkaitan dengan praktek bukan sekedar teori. Belajar mulai jam 7 pagi sampai sore jam 5 dengan total 5 kelas, malam hari waktunya untuk mengerjakan tugas di kos sebanyak 5 materi sesuai dengan banyaknya kelas yang diambil. Setiap minggu selalu diadakan scoring untuk melihat proses perkembangan peserta dari skor awal mengikuti pelatihan hingga skor akhir. Sangat disayangkan dua minggu terakhir sebelum jadwal berakhir para awardee harus melanjutkan kursus melalui daring karena penyebaran virus corona yang telah menjatuhkan korban di daerah sekitar tempat kursus sehingga para peserta dipulangkan lebih awal dan tidak ada closing ceremony pada MSPP batch 3 ini. Para awardee yang berencana untuk official test IELTS pada tanggal 04 April 2020 dibatalkan,” tambah Luciana.
Prodi HKI Siapkan Strategi Perkuliahan di Era New Normal
Seluruh Dosen Prodi HKI FAI UMM melakukan rapat bersama di Ruang Micro Teaching pada Kamis, 18 Juni 2019 untuk menyusun strategi pembelajaran semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Sekaligus menyambut mahasiswa baru dengan model perkuliahan yang lebih baik dengan menggagas beberapa pendekatan agar diakhir proses perkuliahan selama satu semester dapat menghasilkan sebuah produk hasil perkuliahan mahasiswa dengan dosen pengampu. Rapat dibuka oleh Kepala Prodi HKI, Arif Zuhri, Lc,. M.Ag yang dihadiri oleh M. Sarif, M.Ag, Wadek 2 FAI UMM beserta jajaran dosen Prodi HKI lainnya. Kaprodi HKI menekankan bahwa pelaksanaan pendidikan dengan skenario blended learning adalah yang paling tepat dalam metode perkuliahan pada masa new normal yang akan dimulai pada September 2020 dengan menggunakan beberapa platform yang sedang disiapkan secara matang oleh pihak Universitas yaitu LMS yang wajib digunakan untuk mahasiswa baru. Wadek 2 menambahkan bahwa Universitas telah mempersiapkan fasilitas tempat cuci tangan di pelbagai sudut yang dianggap strategis untuk menunjang pengamanan kesehatan di era new normal. Selain membahas tentang hal tersebut, Kaprodi HKI juga menyampaikan hal terkait dengan sosialisasi Key Performance Index yang selanjutnya dijelaskan secara detail oleh Hasnan Bactiar, MIMAdv. Sebagai dosen yang mempunyai tanggung jawab melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang di dalamnya termasuk hal pengajaran, dosen harus terus mengupdate materi pembelajaran setiap tahunnya serta mempersiapkan RPS sebagai bahan acuan agar mahasiswa mempunyai inisiatif membaca sebelum masuk kelas melangsungkan perkuliahan sehingga mahasiswa dapat saling berdiskusi secara efektif tidak hanya model ceramah satu arah dari dosen. Diakhir perkuliahan diharapkan dapat menghasilkan suatu produk akademik sebuah tulisan berbentuk publikasi jurnal atau buku yang dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas civitas akademik Prodi HKI.
HKI Sambut Ramadhan di Tengah Pandemi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ramadhan ini muslim di seluruh dunia sedang menghadapi pandemi covid-19, suasananya tentu sangat berbeda, sementara ini kita tidak dapat menemukan kultur ramadhan seperti buka bersama, tarawih berjama’ah, tadarrus bersama, bahkan mungkin shalat Idul Fitri. Sebaiknya kita tetap mematuhi aturan pemerintah dalam hal pelaksanaan ibadah yang bersifat mengumpulkan massa dan berpotensi meningkatkan penyebaran covid-19. Semoga situasi ini segera pulih. . Marhaban Yaa Ramadhan. Ramadhan Yaa Syahru Siyyam Segenap civitas akademika Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI FAI-UMM) mengucapkan Marhaban Yaa Ramadhan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1441 H/2020M. Semoga Allah Swt senantiasa melindungi Kita semua dan seluruh Bangsa Indonesia kuat melawan covid-19 sehingga situasi dapat kembali normal. Aamiin
LOKAKARYA SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN INFRASTRUKTUR LAB. SYARIAH

Sebagai upaya peningkatan kualitas dan integritas lulusannya, pada hari Rabu, 04 Maret 2020 Laboratorium Syariah mengadakan Lokakarya untuk memadukan aspek teoritis dengan aspek praktis, aspek konseptual dengan empirik, dan aspek wawasan keislaman dengan keterampilan. Proses pembelajaran di Prodi HKI Universitas Muhammadiyah Malang tidak hanya mengutamakan pembelajaran di dalam kelas, juga didukung dengan fasilitas dan infrastruktur yang disediakan oleh Laboratorium Syariah untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa di lapangan sesuai dengan capaian lulusan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Lokakarya dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Agama Islam, Prof.Dr.Tobroni, M.Si, beliau menyampaikan bahwa laboratorium yang ada di lingkungan Fakultas Agama Islam secara ideal memiliki 3 fungsi yaitu training, inovating dan consulting. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan kualitas instruktur, tata kelola, dan manajemen Laboratorium Syariah HKI UMM yang terstruktur dan terorganisir dengan baik. Lokakarya ini merupakan salah satu dari beberapa program kerja laboratorium syariah yang didalamnya membahas tentang penyusunan modul praktikum dan PLKH (pendidikan latihan dan kemahiran hukum) bagi seluruh mahasiswa HKI. Terlaksananya lokakarya ini diharapkan agar Praktikan dan instruktur memiliki panduan kerja yang well-organised sehingga dapat memfasilitasi kebutuhan mahasiswa untuk meningkatkan skill dan keilmuan yang belum diperoleh dalam kegiatan belajar-mengajar di dalam ataupun di luar kelas.
Kuliah Profesor Moncef Ben Abdeljelil di Fakultas Agama Islam: Etika Global Agama-agama

Sabtu pagi, 15 Februari 2020, Fakultas Agama Islam menyelenggarakan program akademik rutin, Halaqah Sabtu Pagi (HSP). Didaulat sebagai narasumber dalam program tersebut, Profesor Moncef Ben Abdeljelil dari Ecole Normale Superiure (ENS), Tunisia. Tema yang diangkat adalah tema yang hangat di percaturan wacana keagamaan modern, yakni “etika global Hans Kung.”Dalam program tersebut, Dr. Moh. Nurhakim berkesempatan memberikan kuliah iftitah (pembukaan), sementara bertindak sebagai moderator adalah Agus Supriadi, Lc, M.H.I.Etika global ini digagas di tengah konteks globalisasi, maraknya konflik keagamaan dan etnis, diangkatnya isu pertarungan peradaban dan pasar dunia yang hegemonik. Itu semua mengakibatkan ketidakstabilan, ketidakadilan, hilangnya kearifan lokal, merebaknya kemiskinan dan lenyapnya nilai-nilai moral.Dalam rangka merespon itu semua, Hans Kung berpikir bahwa spirit keagamaan masih relevan. Karena itulah, ia mencoba menggali “nilai-nilai kemanusiaan yang dapat dipahami bersama.” Sementara metode yang ia gunakan adalah hermeneutika keagamaan.Berkaitan dengan ini semua, Hans Kung menandaskan, “Terjadi pembunuhan, kekerasan dan perampasan hak-hak asasi manusia atas nama agama.” Karena itu, yang harus dibangun adalah dialog antaragama, antarnegara dan antarmanusia. Pada 11-27 September 1893, pernah diinisiasi pertemuan dunia pertama etika global di Chicago, Amerika Serikat. Inisiasi itu, disebut “World Religion Parliament.”Hans Kung yang lahir di Swiss pada 1928, diangkat sebagai presiden the Foundation of the Global Ethics (Stiftung Weltethos). Saat ini ia berusia 93 tahun dan dikenal sebagai teolog yang paling kritis, karena mempertanyakan “kemaksuman” pastur.Hans Kung dan banyak orang lainnya menyaksikan adanya aktivitas nir-moral (konflik dan perang) yang mengorbankan alam dan kemanusiaan. Hal yang paling tampak di permukaan adalah terjadinya penghancuran hutan dan krisis kemanusiaan. Menurut Profesor Moncef, Hans Kung mengajukan solusi-solusi atas masalah krusial tersebut. Agama harus berkontribusi. Di samping itu, dialog peradaban dan perumusan etika global yang dapat disepakati oleh semua orang.Tetapi, dari mana sumber etika yang akan dirumuskan? Pertama adalah etika yang berasal dari agama-agama dan yang kedua, dari kebudayaan kemanusiaan yang unggul.Dasar-dasar yang terpenting dari etika global adalah, kemerdekaan, saling menghormati, kejujuran dan integritas yang sempurna. Sementara tantangan atas itu semua adalah berkaitan dengan wacana kebenaran. Misalnya, hal itu berwujud persepsi mengenai iman dan agama di tengah konteks pluralitas. Sementara tantangan lainnya adalah pertentangan antara etika kemanusiaan dengan etika keagamaan.[t]
Prodi HKI Fakultas Agama Islam Pro-Aktif dalam Internasionalisasi UMM

Kiri-Kanan: Mathieu Mergans, Dr Latipun, Professor Syamsul Arifin dan Dr Sugeng Person in charge (PIC) Internasionalisasi UMM delegasi Fakultas Agama Islam, Hasnan Bachtiar, MIMWADV bersama dengan PIC lainnya dari seluruh fakultas, mengikuti “Workshop on Internationalization University of Muhammadiyah Malang.” Program yang dihelat di Hotel Kapal Garden, Sengkaling pada Rabu 29/01/2020 ini, menurut Profesor Syamsul Arifin selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, merupakan langkah strategis untuk mendorong UMM menuju kampus terakreditasi internasional. Mathieu Mergans, Asisten Rektor UMM Bidang Internasionalisasi menyatakan bahwa, “Sebaiknya, fakultas-fakultas kita perlu menggalakkan kerjasama dengan berbagai fakultas lain dari kampus-kampus ternama di dunia. Kita perlu membuat kerjasama dalam bentuk kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, magang, KKN atau pengabdian dan lain sebagainya.” Sementara itu, Dr Latipun, Kepala International Relations Office (IRO), menjelaskan bahwa, melalui PIC masing-masing fakultas, UMM mencoba melakukan assessment awal dan akan memonitoring seluruh perkembangan internasionalisasi semua fakultas. Saat mempresentasikan datanya di hadapan hadirin, Hasnan menjelaskan bahwa, saat ini FAI – melalui Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) – sedang berkolaborasi riset dengan European Institute University (EUI), Florence, Italia, di bidang “Agama, globalisasi dan sekularitas.” Program ini diproyeksikan akan menghasilkan publikasi di penerbit Routledge pada 2021 mendatang. Di samping itu, FAI juga memiliki kolaborasi akademik dengan Department of Malay Studies, National University of Singapore (NUS). Kedua belah pihak telah menggelar beberapa public lecture, seminar dan workshop di bidang agama, kehidupan sosial dan aktivisme mahasiswa. Sementara itu, bentuk kerjasama lainnya adalah visiting profesor, yakni Profesor Moncef Ben Abdeljelil dari Ecole Normale Superiure, Tunisia, yang sedang menyelenggarakan riset tentang Muhammadiyah di UMM. Di samping itu, berbagai universitas dari Arab Saudi juga secara rutin mengirim dosen-dosennya dalam rangka mengajar bahasa Arab di fakultas. Bentuk kerjasama lainnya yang sedang dijajaki oleh FAI adalah, mencoba bekerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan di Singapura dan Malaysia, yang akan mengirimkan para mahasiswanya untuk belajar di FAI UMM. Menurut Profesor Tobroni, Dekan FAI, hal ini sangat penting dan signifikan dalam menyongsong akreditasi program studi “Sembilan Kriteria” dan akreditasi internasional universitas. Sebagai hasil dari workshop yang ada, para narasumber, fasilitator dan peserta menyadari bahwa penguasaan bahasa internasional (khususnya Inggris) oleh dosen dan mahasiswa mutlak diperlukan. Lalu yang terpenting juga ada tiga hal: pertama adalah iklim akademik yang serius (riset-riset berkualitas global), publikasi internasional yang massif (melibatkan mahasiswa) dan jaringan internasional yang luas.[t]