
Malang – Laboratorium Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Uji Komprehensif berbasis kognitif dan asesmen lisan pada 20 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 60 mahasiswa sebagai bagian dari tahapan evaluasi akademik untuk mengukur kesiapan mahasiswa dalam memahami, menganalisis, serta mengaplikasikan keilmuan hukum dan syariah secara komprehensif.
Berbeda dari ujian tertulis pada umumnya, uji komprehensif ini dirancang sebagai instrumen evaluasi yang menyeluruh. Mahasiswa tidak hanya diuji pada aspek penguasaan teori secara kognitif, tetapi juga diuji kemampuan berpikir kritis, argumentatif, dan komunikatif melalui asesmen lisan secara langsung di hadapan penguji. Model evaluasi ini mencerminkan pendekatan pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis.
Pelaksanaan uji komprehensif berlangsung dengan tertib dan kondusif. Pada sesi kognitif, mahasiswa diuji pemahamannya terhadap konsep-konsep utama yang telah dipelajari selama masa perkuliahan, khususnya yang berkaitan dengan hukum Islam, hukum keluarga, serta penerapannya dalam konteks akademik dan sosial. Sementara itu, pada sesi asesmen lisan, mahasiswa ditantang untuk menjelaskan, mempertahankan, dan mengaitkan argumentasi mereka secara logis dan ilmiah.
Asesmen lisan menjadi bagian yang menarik sekaligus menantang bagi peserta. Dalam sesi ini, mahasiswa dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan analitis yang menuntut ketajaman berpikir dan keberanian dalam menyampaikan pendapat. Tidak hanya menguji hafalan, asesmen lisan mendorong mahasiswa untuk menunjukkan pemahaman mendalam, kemampuan bernalar, serta etika akademik dalam berargumentasi.
Melalui pelaksanaan uji komprehensif ini, Laboratorium Syariah UMM menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu akademik dan kualitas lulusan. Evaluasi berbasis kognitif dan lisan dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya lulus secara administratif, tetapi benar-benar memiliki kompetensi keilmuan yang matang dan siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional.
Selain sebagai alat evaluasi, uji komprehensif ini juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa. Proses ujian mendorong mahasiswa untuk menilai kembali sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari, sekaligus melatih mental akademik dalam menghadapi forum ilmiah. Interaksi langsung antara mahasiswa dan penguji menciptakan suasana dialogis yang memperkaya pengalaman belajar.
Kegiatan ini juga memberikan gambaran nyata tentang pentingnya kesiapan intelektual dan komunikasi dalam dunia akademik. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan ide secara runtut, menjawab pertanyaan dengan tenang, serta menunjukkan sikap akademik yang dewasa dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pembentukan karakter dan integritas akademik.
Dengan diikuti oleh 60 mahasiswa, uji komprehensif ini menjadi salah satu agenda penting Laboratorium Syariah UMM dalam siklus akademik tahun 2026. Pelaksanaan yang terstruktur dan berorientasi pada kualitas diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak lulusan yang unggul, kritis, dan berdaya saing.
Ke depan, Laboratorium Syariah UMM berkomitmen untuk terus mengembangkan model evaluasi akademik yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Uji komprehensif berbasis kognitif dan asesmen lisan ini menjadi bukti nyata bahwa evaluasi akademik dapat dirancang secara lebih bermakna, menantang, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.