Malang – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) menginisiasi langkah strategis menuju penguatan jejaring global melalui rapat koordinasi rintisan kerja sama internasional bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Amerika Serikat (PCIM Amerika Serikat), Sabtu, 11 April 2026. Pertemuan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menjadi momentum awal dalam memperluas peran akademik FAI UMM di tingkat internasional.

Rapat ini melibatkan jajaran pimpinan FAI UMM, perwakilan PCIM Amerika Serikat, serta sejumlah akademisi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kolaborasi lintas negara. Hadir sebagai pembicara utama, Ketua PCIM Amerika Serikat periode 2025–2027, Dr. Rahmadian Wulandana, yang memaparkan berbagai peluang strategis kerja sama antara kedua belah pihak. Turut memberikan pandangan akademik, Assoc. Prof. Dr. Halbana Tarmizi yang menekankan pentingnya penguatan kolaborasi berbasis tridarma perguruan tinggi.

Diskusi dipandu oleh Galit Galuh Prakosa selaku moderator, yang mengarahkan jalannya forum agar berlangsung dinamis dan produktif. Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah rencana kolaborasi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Salah satu agenda utama yang mengemuka adalah pengembangan program pendidikan bersama. Skema yang dirancang meliputi penyelenggaraan kuliah tamu internasional, pertukaran narasumber, hingga penguatan kurikulum berbasis perspektif global. PCIM Amerika Serikat diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam menghadirkan praktisi maupun akademisi yang dapat berbagi pengalaman mengenai kehidupan muslim di Amerika Serikat, termasuk dinamika sosial, budaya, dan praktik keberagamaan dalam konteks masyarakat multikultural.

Sebaliknya, FAI UMM juga merancang program kajian keislaman rutin yang menghadirkan dosen-dosen fakultas untuk berbagi wawasan dengan komunitas PCIM di Amerika Serikat. Program ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus sarana penguatan literasi keislaman bagi diaspora Muhammadiyah di luar negeri. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun hubungan intelektual yang saling menguatkan antara akademisi di Indonesia dan komunitas muslim di Amerika.

Dalam aspek penelitian, kedua pihak sepakat untuk menjajaki peluang riset kolaboratif yang relevan dengan isu-isu kontemporer. Beberapa topik yang berpotensi dikembangkan antara lain moderasi beragama, pendidikan Islam dalam konteks global, serta kontribusi organisasi keagamaan dalam membangun masyarakat multikultural. Kerja sama riset ini ditargetkan menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional sekaligus memberikan kontribusi substantif bagi pengembangan keilmuan Islam.

Dalam pemaparannya, Dr. Rahmadian Wulandana juga menjelaskan posisi strategis PCIM Amerika Serikat sebagai organisasi resmi yang diakui secara hukum oleh Pemerintah Amerika Serikat dengan nama Muhammadiyah USA Incorporated. Legalitas tersebut memperkuat eksistensi Muhammadiyah di ranah internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai institusi.

Lebih lanjut, PCIM Amerika Serikat memiliki status sebagai organisasi yang dibebaskan dari kewajiban pajak tahunan oleh Pemerintah Federal Amerika Serikat atau dikenal sebagai organization exempt under Internal Revenue Code (IRC). Status ini memberikan keleluasaan dalam pengelolaan program sosial, pendidikan, dan keagamaan secara profesional dan berkelanjutan.

Selain itu, PCIM Amerika juga berstatus sebagai public charity sesuai regulasi yang berlaku di Amerika Serikat. Dengan status tersebut, setiap donasi yang disalurkan kepada Muhammadiyah USA dapat dikategorikan sebagai deductible atau dapat mengurangi kewajiban pajak tahunan donatur. Hal ini menjadi potensi besar dalam mengembangkan program filantropi yang berdampak luas dan berkesinambungan.

Pimpinan FAI UMM menyambut positif rintisan kerja sama ini sebagai bagian dari agenda internasionalisasi fakultas sekaligus penguatan peran Muhammadiyah di level global. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama.

Rapat koordinasi ini menjadi pijakan awal dalam membangun kemitraan jangka panjang antara FAI UMM dan PCIM Amerika Serikat. Ke depan, kerja sama tersebut akan diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta ditindaklanjuti dengan implementasi program konkret yang telah dirancang bersama. Melalui langkah ini, FAI UMM menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring internasional, meningkatkan mutu pendidikan, serta berkontribusi dalam pengembangan masyarakat Islam yang berkemajuan di kancah global.