Diklat Mahasiswa Baru (DIKMABA) Angkatan 25 HKI UMM resmi digelar dengan mengusung tema “Membangun Jiwa Profetik, di Tengah Tantangan Dunia Digital.” Kegiatan ini diikuti oleh 47 mahasiswa baru yang bergabung sebagai keluarga besar Hukum Keluarga Islam (HKI). Dengan semangat kebersamaan dan antusiasme tinggi, DIKMABA 25 menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai profetik sekaligus menguatkan karakter mahasiswa baru di era digital yang terus berkembang.

Shafwan Ziyad Syafiq selaku Ketua DIKMABA 25 mengungkapkan bahwa perjalanan menjadi ketua pelaksana bukanlah hal yang mudah. Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah bagaimana mengkoordinasikan seluruh panitia agar dapat bekerja secara solid dan terarah. “Mengurus jalannya acara membutuhkan komunikasi dan kerja sama yang intens. Saya harus memastikan setiap divisi menjalankan tugasnya dengan baik agar alur kegiatan tidak mengalami hambatan,” ujarnya.

Selain tantangan internal, Shafwan juga menghadapi situasi tidak terduga dari pihak luar yang menuntutnya untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tenang. Situasi-situasi seperti itu, katanya, menjadi momen penting yang menguji kemampuan berpikir jernih serta ketegasan dalam memutuskan langkah terbaik. “Di satu sisi saya harus sigap, tetapi di sisi lain komunikasi juga harus tetap lancar antara panitia, peserta, dan pihak terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tambahnya.

Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana menciptakan suasana DIKMABA sebagai ruang untuk menumbuhkan solidaritas, baik di antara panitia maupun peserta. Bagi Shafwan, DIKMABA bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru, tetapi wadah untuk mempererat ikatan emosional angkatan 25 sehingga terbangun rasa kebersamaan yang kuat di lingkungan HKI. “Solidaritas itu penting. Saya berharap DIKMABA ini menjadi awal terbentuknya rasa saling mendukung, saling memahami, dan saling menguatkan,” jelasnya.

Meski menghadapi berbagai situasi yang menuntut perhatian ekstra, DIKMABA 25 berhasil berjalan lancar berkat kerja sama panitia dan partisipasi aktif seluruh peserta. Berbagai rangkaian kegiatan seperti forum pengenalan akademik, materi keprofesian, hingga aktivitas kebersamaan menjadi pengalaman baru yang memperkaya wawasan mahasiswa baru tentang dunia perkuliahan dan karakter seorang calon sarjana HKI.

Dalam kesempatan terpisah, Shafwan menyampaikan harapan besarnya terhadap terlaksananya DIKMABA tahun ini. Ia berharap pengalaman yang diperoleh para mahasiswa baru mampu menjadi titik awal tumbuhnya nilai-nilai profetik kenabian, seperti sidq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas). Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan akademik dan sosial, terlebih di tengah gempuran teknologi dan media digital yang membutuhkan kebijaksanaan dalam penggunaannya.

“Di era digital, kita dituntut bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak. Saya ingin peserta bisa mengaplikasikan nilai profetik ini dalam keseharian mereka, termasuk saat berinteraksi di media sosial atau mengakses informasi. Kejujuran, kecerdasan, dan amanah adalah prinsip yang harus tetap dipegang,” tegasnya.

Lebih dari itu, DIKMABA juga menjadi ruang pembentukan mental yang tangguh. Shafwan menekankan bahwa mahasiswa HKI harus siap menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman, baik dalam konteks akademik, sosial, maupun profesional. Dengan karakter yang kuat, mahasiswa diharapkan tidak kehilangan arah ataupun prinsip sebagai calon sarjana Hukum Keluarga Islam yang berintegritas.

Dengan semangat profetik yang menjadi ruh kegiatan, DIKMABA 25 tidak hanya menyambut kedatangan mahasiswa baru, tetapi juga menegaskan komitmen HKI dalam mencetak generasi yang berdaya saing, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap perubahan. DIKMABA 25 menjadi bukti bahwa proses pembentukan karakter adalah langkah fundamental yang harus terus dijaga, terutama dalam era digital yang sarat dinamika dan tantangan.

Kegiatan ini pun ditutup dengan pesan optimistis dari ketua pelaksana. “Semoga seluruh peserta dapat menjadikan DIKMABA sebagai pengalaman berharga dan fondasi kuat untuk melangkah dalam dunia perkuliahan. Kita adalah keluarga, dan kita akan tumbuh bersama,” ujar Shafwan menutup rangkaian acara.

Dengan terselenggaranya DIKMABA 25, HKI kembali menegaskan perannya sebagai wadah pembinaan generasi berkarakter profetik yang siap berkontribusi dalam dunia akademik maupun masyarakat luas.(NM)