Tingkatkan Kemahiran Hukum Di Bidang Penyelia Halal, Lab Syariah Hadirkan Professor Ahli

Menyambut bulan Ramadhan, Laboratorium Syariah mengadakan Pelatihan dan Latihan Kemahiran Hukum I Bidang Penyelia Halal sekaligus Pembukaan PLKH secara umum. Bidang Penyelia Halal bagian pertama dibawakan dengan sangat baik oleh Narasumber yang sudah expert di bidangnya. Salah satunya adalah Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP, guru besar TP UMM yang juga menjabat sebagai Auditor Halal MUI Jatim sekaligus sebagai Kepala Halal Center UMM dan didampingi Moderator R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, M.H, Kepala Laboratorium Syariah Prodi HKI FAI UMM, Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 9 April 2021, dilaksanakan secara blended (bauran antara luring dan daring), mengingat bahwa masih dalam situasi pandemic Covid-19 seperti sekarang ini. Kegiatan ini diawali dengan Welcoming speech oleh Kaprodi HKI Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.H.I dengan memaparkan tujuan dan Selayang pandang tentang PLKH. Kemudian dilanjutkan dengan Laporan Umum pelaksanaan PLKH oleh Ka.Lab Syariah, kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan II Drs. Muhammad Sarif, M.Ag. Bidang Penyelia Halal bagian pertama disajikan materi tentang Pandangan umum Penyelia Halal, Regulasi yang mengatur Jaminan Produk Halal di Indonesia, Konsep Syariah Fatwa MUI dan Halal dalam Fikih serta Pengenalan tentang Konsep Ikrar Halal Muhammadiyah. Dengan diundangkannya UU No.11 tentang Cipta Kerja atau Omnibus Law, menghadirkan banyak polemic di masyarakat. Satu sisi menampilkan keresahan dalam masyarakat dan satu sisi membawa kemaslahatan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Salah satu yang focus adalah Untuk pelaku usaha Mikro dan Kecil, kewajiban bersertifikat halal sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 didasarkan atas pernyataan pelaku usaha mikro dan kecil. Salah satu Ijtihad Muhammadiyah adalah berkontribusi aktif dan menginisiasi mensukseskan penerapan system jaminan halal dengan membentuk Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal Thayyiban (LPHKHT) melalui SK Pimpian Pusat Muhammadiyah No NO 88/KEP/I.9D/2018 Tertanggal 12 April 2018. Ikrar Halal adalah pernyataan halal yang dilakukan secara mandiri oleh lembaga yang memiliki kompetensi dan kredibilitas terhadap pelaku usaha. Ikrar halal (self declare) bukan berarti setiap pelaku usaha bisa menyatakan secara personal tentang usahanya. Bentuk self declare yang dikeluarkan oleh LPHKHT (Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal Thayyiban) Muhammadiyah ini melalui ttahapan proses dengan melibatkan HC (Halal center) setempat dalam proses pembinaan dan pengawasannya sehingga proses IKRAR terjaga impartialitasnya. Ikrar halal yang dilakukan pada pelaku usaha pangan dengan skala mikro kecil dalam lingkup yang terbatas. Ikrar halal tidak sama dengan sertifikat halal. Ikrar halal merupakan salah satu upaya PP Muhammadiyah untuk memudahkan pelaku usaha pangan mikro agar mereka dapat melakukan transaksi yang patuh pada regulasi dan juga memenuhi persyaratan halal Materi ditutup dengan sesi dialog dan tanya jawab, diharapkan dari materi PLKH ini, praktikan dapat memahami dan menjadikan program PLKH ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Wallahu A’lam Bi Shawab. Lab. Syariah HKI UMM
Sambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah

Takbir, tahmid, tahlil telah berkumandang. Memecah keheningan malam. Mengantar rasa syukur kepada-Nya. Menyambut hari yang fitri di tengah pandemi. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai hamba-hambaNya yang kembali ke fitrah. Segenap Keluarga Besar Prodi HKI mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah”. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.
Dosen HKI Raih Gelar Berprestasi Tingkat Fakultas Tahun 2020

Segenap keluarga besar Prodi HKI mengucapkan selamat dan sukses kepada para dosen berprestasi tingkat Fakultas Agama Islam Tahun 2020. Peraih dosen berprestasi tingkat Fakultas yakni peringkat pertama Hasnan Bachtiar, MMIWAdv, (Prodi HKI); peringkat kedua Dr. Umiarso, M.Pd.I (Prodi PAI); ketiga Ahmad Fatoni, M.Ag (Prodi PBA); keempat Dr. Rahmad Hakim, M.MA (Prodi Ekonomi Syariah). Hasnan Bachtiar MIMAdv, salah satu dosen program Studi Hukum Keluarga Islam. Semoga senantiasa menginspirasi, menebar kebaikan, membawa UMM menjadi kampus Unggul dan Terbaik. Amiin.
Dosen Berprestasi Tingkat Universitas Tahun 2020

Segenap keluarga besar Prodi HKI mengucapkan selamat dan sukses kepada para dosen berprestasi tingkat Universitas Tahun 2020 yang telah diselenggarakan pada selasa, 19 Mei 2020 di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sekaligus penyerahan tanda bakti 25 tahun atau lebih bagi dosen dan karyawannya. Sedianya penyerahan tanda prestasi dan bakti ini diberikan dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2 Mei lalu, namun dalam keadaan pandemi pelaksanaan acara diselenggarakan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Peraih dosen berprestasi tingkat universitas yakni peringkat pertama Zulfatman, M.Eng., Ph.D. (Fakultas Teknik/ Teknik Elektro); peringkat kedua Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd. (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/ Pendidikan Biologi); ketiga Gonda Yumitro, S.IP., MA. (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/ Hubungan Internasional).Pemenang dosen berprestasi berhak mengikuti kompetisi Pemilihan Dosen Berprestasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Jawa Timur
HKI Sambut Ramadhan di Tengah Pandemi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ramadhan ini muslim di seluruh dunia sedang menghadapi pandemi covid-19, suasananya tentu sangat berbeda, sementara ini kita tidak dapat menemukan kultur ramadhan seperti buka bersama, tarawih berjama’ah, tadarrus bersama, bahkan mungkin shalat Idul Fitri. Sebaiknya kita tetap mematuhi aturan pemerintah dalam hal pelaksanaan ibadah yang bersifat mengumpulkan massa dan berpotensi meningkatkan penyebaran covid-19. Semoga situasi ini segera pulih. . Marhaban Yaa Ramadhan. Ramadhan Yaa Syahru Siyyam Segenap civitas akademika Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI FAI-UMM) mengucapkan Marhaban Yaa Ramadhan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1441 H/2020M. Semoga Allah Swt senantiasa melindungi Kita semua dan seluruh Bangsa Indonesia kuat melawan covid-19 sehingga situasi dapat kembali normal. Aamiin
PP Muhammadiyah: Tuntunan Beribadah Saat Wabah Covid-19

Assalamu’alaikum wr. wb قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid). Merebaknya wabah covid-19 telah meresahkan seluruh umat manusia di dunia, namun sebagai umat Islam yang bertaqwa, menyebarnya wabah Covid-19 sebaiknya dapat dimaknai secara positif. Setiap garis kehidupan dan peristiwa di dunia ini akan selalu ada hikmah yang dapat dipetik, adanya wabah Covid-19 seluruh masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan memilah makanan halal. Hikmah lain yang didapat yaitu lebih banyak waktu bagi seluruh umat Muslim untuk muhasabah diri dengan meningkatkan ibadah kepada Allah swt. Wabah covid-19 tidak menjadi hambatan bagi umat Muslim untuk beribadah, dengan hal tersebut Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan ini menyampaikan EDARAN TENTANG TUNTUNAN IBADAH DALAM KONDISI DARURAT COVID-19. PP Muhammadiyah menghimbau bagi seluruh Umat Muslim untuk dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan panduan yang tertera di bagian lampiran surat edaran. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita serta melindungi dan segera menjauhkan kita dari segala musibah. Silahkan klik untuk mengunduh SURAT EDARAN PP MUHAMMADIYAH Tentang Tuntunan Ibadah Dalam Kondisi COVID-19
LOKAKARYA SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN INFRASTRUKTUR LAB. SYARIAH

Sebagai upaya peningkatan kualitas dan integritas lulusannya, pada hari Rabu, 04 Maret 2020 Laboratorium Syariah mengadakan Lokakarya untuk memadukan aspek teoritis dengan aspek praktis, aspek konseptual dengan empirik, dan aspek wawasan keislaman dengan keterampilan. Proses pembelajaran di Prodi HKI Universitas Muhammadiyah Malang tidak hanya mengutamakan pembelajaran di dalam kelas, juga didukung dengan fasilitas dan infrastruktur yang disediakan oleh Laboratorium Syariah untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa di lapangan sesuai dengan capaian lulusan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Lokakarya dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Agama Islam, Prof.Dr.Tobroni, M.Si, beliau menyampaikan bahwa laboratorium yang ada di lingkungan Fakultas Agama Islam secara ideal memiliki 3 fungsi yaitu training, inovating dan consulting. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan kualitas instruktur, tata kelola, dan manajemen Laboratorium Syariah HKI UMM yang terstruktur dan terorganisir dengan baik. Lokakarya ini merupakan salah satu dari beberapa program kerja laboratorium syariah yang didalamnya membahas tentang penyusunan modul praktikum dan PLKH (pendidikan latihan dan kemahiran hukum) bagi seluruh mahasiswa HKI. Terlaksananya lokakarya ini diharapkan agar Praktikan dan instruktur memiliki panduan kerja yang well-organised sehingga dapat memfasilitasi kebutuhan mahasiswa untuk meningkatkan skill dan keilmuan yang belum diperoleh dalam kegiatan belajar-mengajar di dalam ataupun di luar kelas.
Kuliah Profesor Moncef Ben Abdeljelil di Fakultas Agama Islam: Etika Global Agama-agama

Sabtu pagi, 15 Februari 2020, Fakultas Agama Islam menyelenggarakan program akademik rutin, Halaqah Sabtu Pagi (HSP). Didaulat sebagai narasumber dalam program tersebut, Profesor Moncef Ben Abdeljelil dari Ecole Normale Superiure (ENS), Tunisia. Tema yang diangkat adalah tema yang hangat di percaturan wacana keagamaan modern, yakni “etika global Hans Kung.” Dalam program tersebut, Dr. Moh. Nurhakim berkesempatan memberikan kuliah iftitah (pembukaan), sementara bertindak sebagai moderator adalah Agus Supriadi, Lc, M.H.I. Etika global ini digagas di tengah konteks globalisasi, maraknya konflik keagamaan dan etnis, diangkatnya isu pertarungan peradaban dan pasar dunia yang hegemonik. Itu semua mengakibatkan ketidakstabilan, ketidakadilan, hilangnya kearifan lokal, merebaknya kemiskinan dan lenyapnya nilai-nilai moral. Dalam rangka merespon itu semua, Hans Kung berpikir bahwa spirit keagamaan masih relevan. Karena itulah, ia mencoba menggali “nilai-nilai kemanusiaan yang dapat dipahami bersama.” Sementara metode yang ia gunakan adalah hermeneutika keagamaan. Berkaitan dengan ini semua, Hans Kung menandaskan, “Terjadi pembunuhan, kekerasan dan perampasan hak-hak asasi manusia atas nama agama.” Karena itu, yang harus dibangun adalah dialog antaragama, antarnegara dan antarmanusia. Pada 11-27 September 1893, pernah diinisiasi pertemuan dunia pertama etika global di Chicago, Amerika Serikat. Inisiasi itu, disebut “World Religion Parliament.” Hans Kung yang lahir di Swiss pada 1928, diangkat sebagai presiden the Foundation of the Global Ethics (Stiftung Weltethos). Saat ini ia berusia 93 tahun dan dikenal sebagai teolog yang paling kritis, karena mempertanyakan “kemaksuman” pastur. Hans Kung dan banyak orang lainnya menyaksikan adanya aktivitas nir-moral (konflik dan perang) yang mengorbankan alam dan kemanusiaan. Hal yang paling tampak di permukaan adalah terjadinya penghancuran hutan dan krisis kemanusiaan. Menurut Profesor Moncef, Hans Kung mengajukan solusi-solusi atas masalah krusial tersebut. Agama harus berkontribusi. Di samping itu, dialog peradaban dan perumusan etika global yang dapat disepakati oleh semua orang. Tetapi, dari mana sumber etika yang akan dirumuskan? Pertama adalah etika yang berasal dari agama-agama dan yang kedua, dari kebudayaan kemanusiaan yang unggul. Dasar-dasar yang terpenting dari etika global adalah, kemerdekaan, saling menghormati, kejujuran dan integritas yang sempurna. Sementara tantangan atas itu semua adalah berkaitan dengan wacana kebenaran. Misalnya, hal itu berwujud persepsi mengenai iman dan agama di tengah konteks pluralitas. Sementara tantangan lainnya adalah pertentangan antara etika kemanusiaan dengan etika keagamaan.[t]
Prodi HKI Fakultas Agama Islam Pro-Aktif dalam Internasionalisasi UMM

Kiri-Kanan: Mathieu Mergans, Dr Latipun, Professor Syamsul Arifin dan Dr Sugeng Person in charge (PIC) Internasionalisasi UMM delegasi Fakultas Agama Islam, Hasnan Bachtiar, MIMWADV bersama dengan PIC lainnya dari seluruh fakultas, mengikuti “Workshop on Internationalization University of Muhammadiyah Malang.” Program yang dihelat di Hotel Kapal Garden, Sengkaling pada Rabu 29/01/2020 ini, menurut Profesor Syamsul Arifin selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, merupakan langkah strategis untuk mendorong UMM menuju kampus terakreditasi internasional. Mathieu Mergans, Asisten Rektor UMM Bidang Internasionalisasi menyatakan bahwa, “Sebaiknya, fakultas-fakultas kita perlu menggalakkan kerjasama dengan berbagai fakultas lain dari kampus-kampus ternama di dunia. Kita perlu membuat kerjasama dalam bentuk kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, magang, KKN atau pengabdian dan lain sebagainya.” Sementara itu, Dr Latipun, Kepala International Relations Office (IRO), menjelaskan bahwa, melalui PIC masing-masing fakultas, UMM mencoba melakukan assessment awal dan akan memonitoring seluruh perkembangan internasionalisasi semua fakultas. Saat mempresentasikan datanya di hadapan hadirin, Hasnan menjelaskan bahwa, saat ini FAI – melalui Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) – sedang berkolaborasi riset dengan European Institute University (EUI), Florence, Italia, di bidang “Agama, globalisasi dan sekularitas.” Program ini diproyeksikan akan menghasilkan publikasi di penerbit Routledge pada 2021 mendatang. Di samping itu, FAI juga memiliki kolaborasi akademik dengan Department of Malay Studies, National University of Singapore (NUS). Kedua belah pihak telah menggelar beberapa public lecture, seminar dan workshop di bidang agama, kehidupan sosial dan aktivisme mahasiswa. Sementara itu, bentuk kerjasama lainnya adalah visiting profesor, yakni Profesor Moncef Ben Abdeljelil dari Ecole Normale Superiure, Tunisia, yang sedang menyelenggarakan riset tentang Muhammadiyah di UMM. Di samping itu, berbagai universitas dari Arab Saudi juga secara rutin mengirim dosen-dosennya dalam rangka mengajar bahasa Arab di fakultas. Bentuk kerjasama lainnya yang sedang dijajaki oleh FAI adalah, mencoba bekerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan di Singapura dan Malaysia, yang akan mengirimkan para mahasiswanya untuk belajar di FAI UMM. Menurut Profesor Tobroni, Dekan FAI, hal ini sangat penting dan signifikan dalam menyongsong akreditasi program studi “Sembilan Kriteria” dan akreditasi internasional universitas. Sebagai hasil dari workshop yang ada, para narasumber, fasilitator dan peserta menyadari bahwa penguasaan bahasa internasional (khususnya Inggris) oleh dosen dan mahasiswa mutlak diperlukan. Lalu yang terpenting juga ada tiga hal: pertama adalah iklim akademik yang serius (riset-riset berkualitas global), publikasi internasional yang massif (melibatkan mahasiswa) dan jaringan internasional yang luas.[t