Malang, 13 November 2025 – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas akademik dosen melalui penyelenggaraan Workshop Pendampingan Penyusunan Proposal Pengabdian Eksternal. Kegiatan ini bertujuan mendukung dosen dalam meningkatkan kualitas proposal pengabdian masyarakat sekaligus memperbesar peluang mendapatkan pendanaan dari lembaga eksternal.

Workshop berlangsung pada Kamis, 13 November 2025 di Ruang 5.16 (Laboratorium Tarbiyah/MT) dan diikuti oleh 17 dosen FAI UMM dari berbagai program studi. Kehadiran para dosen mencerminkan antusiasme terhadap pengembangan program pengabdian masyarakat yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan teknis peserta, workshop menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Saiful Amien, M.Pd. (Bidang Penelitian) dan Fahrudin Mukhlis, S.Fil.I., M.IRKH. (Bidang Pengabdian). Keduanya memberikan pendampingan komprehensif terkait teknik penyusunan proposal yang berkualitas, inovatif, dan sesuai standar lembaga pendanaan eksternal.

Dalam sesinya, Dr. Saiful Amien, M.Pd. mengulas secara mendalam berbagai strategi dalam merancang proposal pengabdian yang kuat dan kompetitif. Ia menekankan perlunya ketepatan dalam menentukan tema dan urgensi program, penyusunan latar belakang yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, serta desain kegiatan yang terukur. Menurutnya, sebuah proposal harus memiliki novelty atau kebaruan ide agar mampu bersaing dalam proses seleksi. Dr. Saiful juga mengajak para dosen untuk membangun kolaborasi lintas bidang sebagai upaya memperkuat sinergi keilmuan dan meningkatkan dampak program.

Sementara itu, Fahrudin Mukhlis, S.Fil.I., M.IRKH. memberikan panduan teknis terkait elemen-elemen penting dalam proposal pengabdian masyarakat. Ia menjelaskan secara detail penyusunan tujuan program, metode pelaksanaan, indikator capaian, hingga rencana keberlanjutan program pasca-pelaksanaan. Dalam pemaparannya, ia juga menekankan pentingnya penyelarasan proposal dengan program prioritas nasional, isu-isu strategis, serta nilai-nilai kemuhammadiyahan yang menjadi identitas FAI UMM. “Pengabdian yang baik harus mampu memberi solusi atas problem masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan sosial,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, workshop ini juga menjadi wadah bagi dosen untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penyusunan proposal dan pelaksanaan program pengabdian sebelumnya. Forum ini memberikan ruang bagi peserta untuk saling memberikan masukan, bertukar ide, serta merumuskan langkah strategis dalam pengembangan program pengabdian yang lebih berdampak dan berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya workshop pendampingan ini, FAI UMM berharap para dosen mampu menghasilkan proposal pengabdian yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Fakultas juga menargetkan peningkatan jumlah proposal yang berhasil memperoleh pendanaan eksternal, sehingga kontribusi dosen dalam bidang pengabdian masyarakat semakin luas dan signifikan.

Melalui kegiatan ini, FAI UMM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian masyarakat yang menjadi ruh dari peran perguruan tinggi dalam menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.(nm)