
Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2025, Nurdin Doni Tupen Al-Rusli, menunjukkan komitmen kuatnya dalam dunia olahraga bela diri. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Nurdin tetap konsisten mengembangkan potensi diri melalui latihan intensif dan partisipasi aktif dalam berbagai kejuaraan.
Bagi Nurdin, menjadi mahasiswa HKI bukan hanya tentang memperdalam ilmu hukum keluarga Islam di ruang kelas, tetapi juga tentang membentuk karakter disiplin, tangguh, dan berintegritas melalui kegiatan non-akademik. Ia memandang olahraga bela diri sebagai sarana pembentukan mental sekaligus wadah untuk mengharumkan nama kampus.
Dalam persiapannya menghadapi berbagai ajang perlombaan, Nurdin menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara fisik, mental, dan spiritual. Ia rutin menjaga kesehatan tubuh, memperkuat doa dan ibadah, serta menjalani latihan secara terjadwal. Setiap pekan, ia berlatih satu hingga dua kali dalam sehari, khususnya dari Senin hingga Jumat. Pola latihan tersebut dijalani dengan penuh kedisiplinan dan istiqamah.
“Latihan itu bukan hanya soal fisik, tapi juga melatih mental dan keyakinan diri. Kalau kita konsisten, hasilnya akan mengikuti,” ungkapnya.
Sebagai mahasiswa HKI FAI UMM, Nurdin juga harus pandai mengatur waktu antara perkuliahan dan latihan. Aktivitas akademik yang padat menuntutnya untuk memiliki manajemen waktu yang baik agar keduanya dapat berjalan seimbang. Ia berusaha menyelesaikan tanggung jawab kuliah terlebih dahulu sebelum berangkat latihan, sehingga tidak ada kewajiban yang terabaikan.
Perjalanan yang dijalani Nurdin tentu tidak selalu mudah. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah keterbatasan waktu akibat berbagai aktivitas di luar latihan. Selain itu, kendala transportasi juga menjadi hambatan tersendiri. Karena belum memiliki kendaraan pribadi, ia terkadang harus mencari alternatif transportasi untuk menuju lokasi latihan, terutama ketika tempat latihan berada cukup jauh dari kampus.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti. Justru dari situlah ia belajar tentang kesungguhan dan komitmen. Baginya, semangat dan tekad jauh lebih penting daripada fasilitas yang dimiliki.
Pengalaman bertanding juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran Nurdin. Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar saat berada di arena adalah melawan rasa takut dan keraguan dalam diri. Namun, melalui berbagai pertandingan yang diikuti, ia belajar untuk lebih percaya diri dan yakin terhadap kemampuan sendiri.
Selain mengasah kemampuan teknis, dunia pertandingan juga memberinya kesempatan memperluas relasi. Ia menyadari bahwa lawan di arena bukanlah musuh dalam arti sesungguhnya, melainkan rekan seperjuangan yang sama-sama belajar dan berkembang. Dari sana, ia mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga.
Kerja keras Nurdin telah membuahkan hasil yang membanggakan. Ia berhasil meraih Juara 2 dalam Koni Cup Batu V, Juara 1 dalam Batu Championship 2, Juara 3 dalam Malang Championship 2, Juara 2 dalam Malang Championship 3, serta Juara 2 dalam Kejuaraan Daerah Tapak Suci. Deretan prestasi tersebut menjadi bukti nyata dedikasi dan konsistensinya dalam dunia bela diri.
Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa HKI FAI UMM mampu berprestasi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga. Lingkungan kampus yang suportif turut menjadi faktor pendukung berkembangnya potensi mahasiswa secara menyeluruh.
Ke depan, Nurdin memiliki cita-cita besar untuk terus meningkatkan kemampuannya. Ia berharap dapat mengikuti kompetisi di tingkat nasional bahkan internasional. Lebih jauh, ia bercita-cita menjadi atlet profesional yang mampu membawa nama baik diri sendiri, keluarga, dan tentu saja Prodi HKI FAI UMM.
Perjalanan Nurdin Doni Tupen Al-Rusli menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan disiplin, konsistensi, serta keyakinan yang kuat, setiap tantangan dapat diubah menjadi peluang. Semangat inilah yang terus tumbuh di lingkungan HKI FAI UMM dalam mencetak generasi unggul, berprestasi, dan berkarakter.