Yuk Intip! Serunya PKKH II Bidang Paralegal Hukum Keluarga, Belajar Hukum Jadi Anti Ngantuk

Suasana berbeda tampak dalam pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kemahiran Hukum II (PKKH II) Bidang Paralegal Hukum Keluarga yang diselenggarakan oleh Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut berhasil menghadirkan suasana belajar yang aktif, seru, dan jauh dari kesan monoton. Antusiasme mahasiswa terlihat sejak awal kegiatan dimulai hingga sesi pelatihan berakhir. Pelatihan ini diampu oleh Imroatus Solihah yang dikenal sebagai instruktur dengan gaya mengajar komunikatif, santai, dan interaktif. Cara penyampaian materi yang menyenangkan membuat mahasiswa lebih mudah memahami berbagai pembahasan terkait peran dan tugas paralegal dalam bidang hukum keluarga. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori mengenai pendampingan hukum keluarga, tetapi juga diajak langsung memahami praktik dan kondisi nyata yang sering terjadi di masyarakat. Berbagai topik dibahas secara mendalam, mulai dari konsultasi hukum keluarga, penyelesaian konflik rumah tangga, pendampingan perkara perceraian, hak asuh anak, hingga teknik komunikasi dengan klien. Suasana pelatihan terasa semakin hidup ketika peserta diajak mengikuti simulasi dan roleplay penanganan kasus hukum keluarga. Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diminta memainkan peran sebagai paralegal, klien, maupun mediator. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa belajar bagaimana menghadapi klien, menyusun langkah penyelesaian masalah, hingga memberikan pendampingan hukum dengan pendekatan yang humanis. Gelak tawa, diskusi aktif, dan berbagai argumentasi yang muncul selama simulasi membuat suasana kelas terasa sangat cair dan menyenangkan. Mahasiswa tampak lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat serta aktif bertanya selama proses pelatihan berlangsung. Tidak sedikit peserta yang mengaku lebih mudah memahami materi karena pembelajaran dilakukan secara langsung dan interaktif. Sebagai instruktur, Imroatus Solihah tidak hanya menjelaskan materi secara formal, tetapi juga sering menyisipkan contoh kasus nyata, pengalaman lapangan, serta berbagai pendekatan komunikasi yang relevan dengan praktik pendampingan hukum keluarga. Hal tersebut membuat peserta merasa lebih dekat dengan materi yang dipelajari dan tidak cepat merasa bosan. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa seorang paralegal tidak hanya membutuhkan kemampuan memahami hukum, tetapi juga harus memiliki empati, kemampuan komunikasi yang baik, serta keterampilan menyelesaikan konflik secara bijak. Menurutnya, persoalan hukum keluarga sering kali melibatkan kondisi emosional para pihak sehingga pendekatan kemanusiaan menjadi hal yang sangat penting. Pelatihan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan public speaking, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan hukum. Dengan suasana pembelajaran yang santai namun tetap fokus, mahasiswa dapat belajar secara lebih nyaman dan efektif. Kegiatan PKKH II Bidang Paralegal Hukum Keluarga ini mendapat respons positif dari para peserta. Banyak mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan perkuliahan biasa. Selain menambah wawasan, pelatihan ini juga dianggap mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk terjun langsung dalam dunia pendampingan hukum di masyarakat. Melalui kegiatan ini, Laboratorium Syariah HKI UMM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori hukum, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal penting di masa depan. Semangat peserta dan suasana pelatihan yang aktif menjadi bukti bahwa belajar hukum tidak selalu harus kaku dan membosankan. Dengan metode pembelajaran yang interaktif serta instruktur yang seru dan komunikatif, PKKH II Bidang Paralegal Hukum Keluarga berhasil menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi mahasiswa HKI UMM. Menariknya lagi, kelas Paralegal Hukum Keluarga ini masih akan berlangsung selama dua kali pertemuan ke depan dengan berbagai materi dan praktik menarik lainnya yang siap menambah pengalaman serta kemampuan mahasiswa dalam bidang pendampingan hukum keluarga.
Laboratorium Syariah Adakan Pendidikan dan Pelatihan Kemahiran Hukum I Bidang Penyelia Halal

Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang kembali menghadirkan kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi melalui Pendidikan dan Pelatihan Kemahiran Hukum I (PKKH I) Bidang Penyelia Halal. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya meningkatkan pemahaman serta keterampilan mahasiswa terkait pengawasan dan implementasi sistem jaminan produk halal di tengah perkembangan industri halal yang semakin pesat. Pelatihan tersebut diampu langsung oleh Luciana Anggraeni selaku Kepala Laboratorium Syariah. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai peran penting penyelia halal, mekanisme sertifikasi halal, hingga tanggung jawab pengawasan terhadap proses produksi agar sesuai dengan standar dan ketentuan halal yang berlaku. Kegiatan berlangsung dengan suasana aktif, interaktif, dan penuh antusiasme dari para peserta. Mahasiswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak memahami praktik dan implementasi penyelia halal dalam dunia kerja. Berbagai diskusi, studi kasus, dan simulasi turut menjadi bagian dari proses pembelajaran sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih aplikatif dan mendalam. Dalam penyampaiannya, Luciana Anggraeni menjelaskan bahwa keberadaan penyelia halal memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas dan kehalalan suatu produk. Menurut beliau, mahasiswa perlu dibekali kemampuan dan wawasan terkait industri halal karena peluang profesi di bidang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk halal yang terjamin. Selain membahas aspek regulasi dan prosedur sertifikasi halal, peserta juga diberikan pemahaman mengenai etika profesi, tanggung jawab hukum, serta tantangan yang dihadapi penyelia halal dalam praktiknya. Hal ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan dunia profesional. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait praktik penyelia halal di berbagai sektor industri. Suasana pelatihan yang komunikatif membuat kegiatan berjalan menarik dan tidak membosankan. Para peserta juga mengaku mendapatkan wawasan baru yang relevan dengan perkembangan dunia kerja saat ini. Pendidikan dan Pelatihan Kemahiran Hukum I ini menjadi salah satu bentuk komitmen Laboratorium Syariah dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang hukum dan industri halal. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa HKI mampu memiliki nilai tambah, keterampilan praktis, serta kesiapan bersaing di dunia profesional. Melalui kegiatan tersebut, Laboratorium Syariah HKI UMM terus menunjukkan perannya sebagai wadah pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penguatan keterampilan dan kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Semangat belajar serta antusiasme peserta menjadi bukti bahwa mahasiswa HKI memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi dalam bidang hukum serta industri halal di masa depan.
Praktikum Hukum Acara Perdata Laboratorium Syariah HKI UMM Berlangsung Seru, Aktif, dan Interaktif

Suasana berbeda terlihat dalam pelaksanaan Praktikum Hukum Acara Perdata di Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang. Praktikum yang berlangsung secara interaktif tersebut sukses menghadirkan proses pembelajaran yang seru, aktif, dan jauh dari kesan membosankan. Mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan praktik persidangan yang dirancang menyerupai kondisi nyata di pengadilan. Kegiatan praktikum ini diampu oleh Imroatus Solihah sebagai instruktur kelas A dan Nabila Malik sebagai instruktur kelas B. Dengan metode pembelajaran yang komunikatif dan aplikatif, keduanya berhasil menciptakan suasana kelas yang hidup serta mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dalam setiap proses praktik. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan peran layaknya dalam persidangan sungguhan, mulai dari majelis hakim, panitera, penggugat, tergugat, kuasa hukum, hingga saksi. Simulasi persidangan dilakukan sesuai tahapan hukum acara perdata, seperti pembacaan gugatan, jawaban, replik, duplik, pembuktian, hingga pembacaan putusan. Tidak hanya sekadar membaca naskah persidangan, mahasiswa juga dituntut untuk memahami alur perkara, menyusun argumentasi hukum, serta mampu menjawab pertanyaan selama proses sidang berlangsung. Hal inilah yang membuat suasana praktikum terasa lebih menantang sekaligus menyenangkan. Gelak tawa, diskusi aktif, hingga adu argumentasi dalam simulasi sidang menjadi warna tersendiri selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa tampak menikmati proses pembelajaran karena dapat langsung mempraktikkan teori yang telah dipelajari di kelas. Banyak mahasiswa mengaku lebih mudah memahami materi hukum acara perdata melalui metode praktik dibandingkan pembelajaran konvensional. Sebagai instruktur, Imroatus Solihah dan Nabila Malik tidak hanya memberikan arahan teknis terkait prosedur persidangan, tetapi juga aktif membimbing mahasiswa dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, serta penyusunan argumentasi hukum yang baik dan sistematis. Pendekatan pembelajaran yang santai namun tetap fokus membuat mahasiswa merasa nyaman selama mengikuti praktikum. Interaksi dua arah antara instruktur dan mahasiswa juga menjadikan suasana kelas lebih komunikatif dan tidak monoton. Praktikum tidak hanya menjadi sarana belajar hukum, tetapi juga melatih kerja sama tim, kemampuan berpikir kritis, serta etika dalam persidangan. Melalui kegiatan ini, Laboratorium Syariah HKI UMM terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori hukum secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan praktik ketika terjun langsung di dunia kerja maupun lingkungan peradilan. Pelaksanaan Praktikum Hukum Acara Perdata yang berlangsung seru dan penuh antusias tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran hukum dapat dikemas secara menarik dan menyenangkan tanpa mengurangi kualitas akademiknya. Dengan semangat belajar yang tinggi serta suasana kelas yang aktif dan interaktif, mahasiswa HKI UMM terus didorong untuk menjadi generasi yang kompeten, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan di bidang hukum.
Fakultas Agama Islam Sambut Hangat Kunjungan MBS Madiun dalam Agenda Edukasi dan Silaturahmi Akademik

Fakultas Agama Islam (FAI) menerima kunjungan dari rombongan MBS Madiun dalam rangka kegiatan edukasi, pengenalan dunia perkuliahan, serta mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan. Kegiatan kunjungan tersebut berlangsung dengan penuh antusias dan disambut hangat oleh civitas akademika Fakultas Agama Islam. Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk upaya memperkenalkan lingkungan perguruan tinggi kepada para siswa sejak dini, khususnya terkait dunia akademik, organisasi mahasiswa, hingga berbagai fasilitas penunjang pembelajaran yang dimiliki Fakultas Agama Islam. Kehadiran rombongan MBS Madiun turut memberikan suasana semarak di lingkungan kampus. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan dan sesi perkenalan antara pihak Fakultas Agama Islam dengan para peserta kunjungan. Dalam sambutannya, perwakilan fakultas menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan MBS Madiun yang telah memilih Fakultas Agama Islam sebagai tujuan kunjungan akademik dan edukatif. Para peserta kemudian diajak mengenal lebih dekat berbagai program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam, termasuk aktivitas akademik, kegiatan kemahasiswaan, hingga peluang pengembangan diri selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Tidak hanya itu, siswa juga mendapatkan motivasi untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mempersiapkan diri menjadi generasi unggul yang berintegritas. Suasana semakin interaktif ketika sesi diskusi dan tanya jawab dimulai. Para siswa tampak aktif bertanya mengenai kehidupan perkuliahan, sistem pembelajaran, organisasi mahasiswa, hingga tips menjadi mahasiswa yang produktif dan berprestasi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kampus dan pengalaman belajar di perguruan tinggi. Selain mendapatkan wawasan akademik, rombongan juga diajak berkeliling melihat fasilitas yang dimiliki Fakultas Agama Islam, mulai dari ruang perkuliahan, laboratorium, hingga berbagai sarana penunjang kegiatan mahasiswa. Kegiatan campus tour tersebut memberikan pengalaman baru bagi peserta sekaligus menambah semangat mereka untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan perguruan tinggi. Pihak Fakultas Agama Islam berharap kunjungan ini dapat menjadi jembatan silaturahmi dan kerja sama positif antara lembaga pendidikan. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa memperoleh gambaran nyata mengenai dunia perkuliahan sehingga semakin termotivasi dalam meraih cita-cita dan mengembangkan potensi diri. Kunjungan dari MBS Madiun ini pun ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata sebagai simbol hubungan baik antar institusi pendidikan. Momen hangat tersebut menjadi penutup kegiatan yang penuh manfaat, inspirasi, dan kebersamaan. Dengan adanya kegiatan kunjungan akademik ini, Fakultas Agama Islam terus menunjukkan komitmennya sebagai ruang pembelajaran yang terbuka, inspiratif, dan mendukung lahirnya generasi muda yang berilmu, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Mahasiswa Prodi HKI UMM Raih Juara II LKTI Nasional dalam Ajang VOSICO 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang dalam ajang bergengsi tingkat nasional, yaitu Volcano Scientific Competition (VOSICO) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Malang. Dalam kompetisi tersebut, dua mahasiswa Prodi HKI angkatan 2023 berhasil meraih Juara II pada cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Mahasiswa. Mereka adalah Ramzan Rashiful Fikri dan Aysyiyah Fitri Ken Pandansari. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa HKI tidak hanya unggul dalam bidang hukum dan keislaman, tetapi juga mampu bersaing dalam dunia akademik dan inovasi ilmiah di tingkat nasional. Ajang VOSICO 2026 sendiri merupakan kompetisi ilmiah yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menuangkan gagasan, penelitian, dan inovasi ilmiah yang relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat. Persaingan yang ketat tidak menyurutkan semangat para peserta untuk menampilkan karya terbaik mereka. Melalui kerja keras, proses riset, serta persiapan yang matang, Ramzan Rashiful Fikri dan Aysyiyah Fitri Ken Pandansari berhasil menunjukkan kualitas akademik yang membanggakan. Karya ilmiah yang mereka susun mampu menarik perhatian dewan juri hingga akhirnya mengantarkan keduanya meraih posisi Juara II pada kategori LKTI Mahasiswa. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Prodi HKI UMM. Selain membawa nama baik program studi, capaian tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa HKI memiliki potensi besar untuk berkembang dalam bidang penelitian, kepenulisan ilmiah, dan kompetisi akademik nasional. Semangat inovasi dan daya saing yang dimiliki mahasiswa diharapkan dapat terus tumbuh seiring dengan perkembangan dunia pendidikan tinggi saat ini. Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif mengikuti berbagai kompetisi dan kegiatan akademik. Tidak hanya berfokus pada perkuliahan di dalam kelas, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, riset, serta kreativitas dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan diraihnya penghargaan ini, Prodi HKI UMM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non akademik. Dukungan dari dosen, lingkungan akademik, serta semangat kolaborasi mahasiswa menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan generasi yang unggul dan kompetitif. Semoga prestasi yang diraih oleh Ramzan Rashiful Fikri dan Aysyiyah Fitri Ken Pandansari dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik Prodi HKI UMM ke tingkat yang lebih tinggi. Langkah kecil hari ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya generasi akademisi muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.
Praktikum Lab Syariah APS Berlangsung Seru, Mahasiswa Antusias Simulasi Penyelesaian Sengketa

Suasana berbeda tampak di kelas praktikum Laboratorium Syariah pada mata kuliah Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) yang diampu oleh R. Tanzil Fawaiq Sayyaf. Kegiatan praktikum yang berlangsung interaktif tersebut berhasil menarik antusiasme mahasiswa melalui berbagai simulasi kasus hukum yang dikemas secara menarik, komunikatif, dan aplikatif. Sejak awal perkuliahan dimulai, mahasiswa sudah diarahkan untuk memahami bahwa penyelesaian sengketa tidak selalu harus berakhir di meja hijau. Dalam praktikum ini, mahasiswa diajak untuk mengenal lebih dekat berbagai metode penyelesaian sengketa di luar pengadilan seperti negosiasi, mediasi, konsiliasi, hingga arbitrase. Melalui pendekatan praktik langsung, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar bagaimana menerapkan strategi komunikasi dan teknik penyelesaian konflik secara profesional. Kelas praktikum berlangsung semakin hidup ketika mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan roleplay atau simulasi kasus sengketa. Beragam tema sengketa diangkat, mulai dari konflik bisnis, sengketa keluarga, hingga permasalahan kerja sama antar pihak. Setiap kelompok mendapatkan peran yang berbeda, seperti mediator, pihak penggugat, pihak tergugat, maupun kuasa hukum. Suasana kelas pun berubah layaknya ruang mediasi profesional. Gelak tawa, adu argumentasi, hingga proses negosiasi yang menegangkan membuat praktikum terasa sangat seru dan tidak membosankan. Mahasiswa tampak aktif menyampaikan pendapat, menyusun strategi komunikasi, serta mencari solusi terbaik agar sengketa dapat diselesaikan secara damai dan menguntungkan kedua belah pihak. Tidak sedikit mahasiswa yang mengaku lebih mudah memahami materi karena langsung mempraktikkan teori yang telah dipelajari sebelumnya. Dalam arahannya, R. Tanzil Fawaiq Sayyaf menyampaikan bahwa kemampuan komunikasi, negosiasi, dan penyelesaian konflik merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa hukum di era modern. Menurut beliau, seorang praktisi hukum tidak hanya dituntut memahami aturan hukum semata, tetapi juga harus mampu menjadi problem solver yang dapat menghadirkan solusi efektif bagi masyarakat. Beliau juga menekankan bahwa penyelesaian sengketa melalui jalur non litigasi saat ini semakin banyak digunakan karena dianggap lebih cepat, efisien, dan mampu menjaga hubungan baik antar pihak yang bersengketa. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan praktik sejak dini agar siap menghadapi dunia kerja maupun praktik hukum secara nyata. Salah satu mahasiswa peserta praktikum mengaku sangat menikmati proses pembelajaran di Laboratorium Syariah tersebut. Menurutnya, suasana kelas menjadi lebih aktif dibandingkan pembelajaran konvensional karena mahasiswa dilibatkan langsung dalam penyelesaian kasus. Selain melatih keberanian berbicara di depan umum, praktikum ini juga membantu mahasiswa berpikir kritis dan belajar mengendalikan emosi saat menghadapi konflik. Tidak hanya itu, praktikum APS juga melatih mahasiswa untuk membangun empati terhadap para pihak yang bersengketa. Dalam proses mediasi misalnya, mahasiswa diajarkan untuk menjadi penengah yang netral, mendengarkan kedua belah pihak secara adil, serta membantu menemukan titik temu tanpa menimbulkan pihak yang merasa dirugikan. Nilai-nilai keadilan, musyawarah, dan perdamaian menjadi poin utama yang terus ditekankan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan praktikum ini mendapat respons positif dari mahasiswa karena dianggap mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan menyenangkan. Dengan adanya Laboratorium Syariah, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional. Melalui mata kuliah Alternatif Penyelesaian Sengketa ini, diharapkan mahasiswa mampu menjadi generasi praktisi hukum yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, negosiasi, dan penyelesaian konflik yang baik. Praktikum yang seru dan interaktif tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran hukum dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan tanpa mengurangi esensi keilmuan yang ingin dicapai.
Safari Rektor ke Fakultas Agama Islam UMM, Lab Syariah HKI Tampilkan Teleskop Losmandy untuk Pengembangan Astrofotografi

Malang — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dalam rangka Safari Rektor yang berlangsung dengan penuh semangat akademik dan inovasi. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai capaian dan fasilitas unggulan yang dimiliki oleh FAI, khususnya Laboratorium Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI). Dalam kunjungan tersebut, perhatian Rektor dan jajaran pimpinan universitas tertuju pada pengembangan laboratorium berbasis integrasi keilmuan, salah satunya Laboratorium Syariah HKI yang menampilkan inovasi di bidang astronomi Islam. Salah satu fasilitas unggulan yang diperkenalkan adalah teleskop Losmandy yang digunakan sebagai penunjang praktikum dan penelitian di bidang astrofotografi. Kepala Laboratorium Syariah HKI menjelaskan bahwa keberadaan teleskop Losmandy ini merupakan bagian dari upaya penguatan keilmuan falak (astronomi Islam) yang relevan dengan kebutuhan akademik mahasiswa, khususnya dalam memahami penentuan waktu ibadah, arah kiblat, hingga rukyat hilal. Selain itu, penggunaan teleskop ini juga dikembangkan untuk kegiatan astrofotografi sebagai bentuk integrasi antara ilmu agama dan sains modern. Dalam sesi demonstrasi, tim laboratorium memperlihatkan bagaimana teleskop Losmandy digunakan untuk mengamati objek langit sekaligus menghasilkan dokumentasi visual berkualitas tinggi. Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, sehingga mahasiswa dapat langsung merasakan pengalaman observasi astronomi secara nyata. Rektor UMM dalam kunjungannya menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Fakultas Agama Islam, khususnya dalam mengembangkan laboratorium yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia menekankan bahwa integrasi antara ilmu keislaman dan sains merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman, serta memperkuat posisi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan. “Pengembangan laboratorium seperti ini menunjukkan bahwa Fakultas Agama Islam tidak hanya fokus pada kajian normatif, tetapi juga mampu berinovasi dengan memanfaatkan teknologi modern. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi,” ujarnya. Safari Rektor ini juga menjadi ajang dialog antara pimpinan universitas dengan civitas akademika FAI UMM. Dalam kesempatan tersebut, berbagai masukan dan gagasan disampaikan untuk mendukung pengembangan fakultas ke depan, baik dari aspek akademik, fasilitas, maupun kolaborasi riset. Pihak Fakultas Agama Islam UMM menyampaikan bahwa kehadiran teleskop Losmandy di Laboratorium Syariah HKI diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang inspiratif bagi mahasiswa. Tidak hanya untuk mendukung praktikum falak, tetapi juga untuk membuka peluang penelitian di bidang astrofotografi yang semakin berkembang. Selain itu, pengembangan laboratorium ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang astronomi Islam. Dengan fasilitas yang memadai, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi secara lebih optimal dan aplikatif. Kegiatan Safari Rektor ditutup dengan peninjauan fasilitas lainnya serta sesi dokumentasi bersama. Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi tampak dalam kegiatan tersebut, mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan Fakultas Agama Islam UMM sebagai pusat keunggulan dalam integrasi ilmu keislaman dan teknologi. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pimpinan universitas dan fakultas dapat terus terjalin dengan baik, sehingga berbagai inovasi yang telah dirintis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan keilmuan Islam berbasis teknologi. (nm)
SD Muhammadiyah 5 Jombang Terima Materi “Smart Teaching & Digital Revolution” dari Tim Humas FAI UMM

Malang , SD Muhammadiyah 5 Jombang mendapatkan pengalaman edukatif melalui kegiatan workshop bertajuk Smart Teaching & Digital Revolution yang diselenggarakan oleh Tim Humas Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Agama Islam UMM dan diikuti dengan penuh antusias oleh para guru serta perwakilan peserta dari SD Muhammadiyah 5 Jombang. Workshop ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital. Dalam kegiatan ini, Tim Humas FAI UMM menghadirkan materi yang relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan, khususnya dalam mendukung proses belajar mengajar yang lebih inovatif dan adaptif. Materi pertama disampaikan oleh R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, M.H., yang mengangkat tema “Smart Teaching for Smart Generation”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya guru untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan bahan ajar. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan efektif bagi siswa. Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Nabila Malik Putri A., M.H., yang membahas tentang “Digital Teaching Revolution”. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mempraktikkan pembuatan media pembelajaran berbasis digital, seperti presentasi interaktif, infografis, hingga desain poster edukatif. Materi ini disambut dengan antusias karena memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Workshop ini dipandu oleh Imroatus Solihah, M.H., yang bertindak sebagai moderator. Dengan suasana yang interaktif dan komunikatif, kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Para peserta aktif berpartisipasi, baik dalam sesi diskusi maupun praktik langsung, sehingga tercipta suasana belajar yang dinamis dan menyenangkan. Pihak SD Muhammadiyah 5 Jombang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka menilai bahwa workshop ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam menghadapi tuntutan pembelajaran di era digital yang terus berkembang. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Sementara itu, Tim Humas FAI UMM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, FAI UMM berupaya untuk terus menjalin sinergi dengan lembaga pendidikan dasar dan menengah dalam rangka mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan ini. Suasana keakraban dan semangat kolaborasi tampak jelas dalam momen tersebut, mencerminkan keberhasilan kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga inspiratif. Melalui workshop Smart Teaching & Digital Revolution ini, diharapkan para guru SD Muhammadiyah 5 Jombang dapat semakin siap dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. (nm)
Kunjungan Edukatif MI Muhammadiyah 5 Jombang ke Fakultas Agama Islam UMM

Malang — MI Muhammadiyah 5 Jombang melaksanakan kunjungan edukatif ke Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai bagian dari program pengenalan dunia pendidikan tinggi sejak dini. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan diikuti oleh para siswa serta didampingi oleh guru pendamping. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman baru kepada para siswa mengenai lingkungan perguruan tinggi, sekaligus menanamkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sejak awal kegiatan, para siswa tampak bersemangat mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan oleh panitia dari Fakultas Agama Islam UMM. Kegiatan diawali dengan penyambutan hangat dari pihak Fakultas Agama Islam UMM. Dalam sambutannya, perwakilan fakultas menyampaikan rasa senang dan apresiasi atas kunjungan dari MI Muhammadiyah 5 Jombang. Ia juga menekankan pentingnya menanamkan cita-cita dan semangat belajar sejak usia dini agar para siswa memiliki gambaran masa depan yang jelas, termasuk peluang untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Selanjutnya, para siswa mendapatkan pengenalan singkat mengenai Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya Fakultas Agama Islam. Materi yang disampaikan dikemas secara ringan dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Para siswa dikenalkan dengan berbagai aktivitas mahasiswa, suasana perkuliahan, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan utama dalam proses pendidikan di FAI UMM. Tidak hanya mendengarkan pemaparan, para siswa juga diajak berinteraksi melalui sesi tanya jawab yang berlangsung dengan suasana santai dan menyenangkan. Berbagai pertanyaan unik dan polos dari para siswa mencerminkan rasa ingin tahu mereka yang tinggi, mulai dari kehidupan mahasiswa, kegiatan belajar, hingga fasilitas yang ada di kampus. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling menarik dan menghidupkan suasana kegiatan. Selain itu, kegiatan kunjungan juga diisi dengan pengenalan lingkungan kampus secara umum. Para siswa diajak melihat beberapa fasilitas yang ada di sekitar Fakultas Agama Islam, seperti ruang perkuliahan dan area publik kampus. Hal ini memberikan gambaran nyata kepada para siswa tentang suasana belajar di perguruan tinggi yang berbeda dengan lingkungan sekolah dasar. Pihak MI Muhammadiyah 5 Jombang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memperluas wawasan siswa serta menumbuhkan semangat belajar sejak dini. Dengan mengenalkan dunia kampus lebih awal, diharapkan para siswa dapat memiliki motivasi yang kuat untuk terus melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita mereka. Sementara itu, pihak Fakultas Agama Islam UMM menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk sinergi antara lembaga pendidikan dasar dan perguruan tinggi. Kegiatan seperti ini dinilai penting untuk membangun kesadaran pendidikan sejak dini serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran. Kegiatan kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung penuh keceriaan. Para siswa tampak gembira dan membawa pulang pengalaman baru yang berkesan dari kunjungan tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang baik antara MI Muhammadiyah 5 Jombang dan Fakultas Agama Islam UMM. Lebih dari itu, kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan berkembang di masa depan.
Kunjungan Pondok Pesantren An Naba’ ke Fakultas Agama Islam UMM

Malang — Pondok Pesantren An Naba’ melaksanakan kunjungan edukatif ke Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Ahad, 19 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula GKB IV lantai 4 ini diikuti oleh para santri dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi. Kunjungan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperluas wawasan pendidikan para santri, khususnya terkait dunia perguruan tinggi. Kegiatan diawali dengan penyambutan hangat dari pihak Fakultas Agama Islam UMM yang diwakili oleh jajaran dosen dan panitia. Dalam sambutannya, perwakilan FAI UMM menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pondok Pesantren An Naba’ serta menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan pesantren dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya saing global. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada para santri mengenai kehidupan akademik di perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Fakultas Agama Islam UMM. Para peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai profil fakultas, program studi yang tersedia, sistem pembelajaran, hingga berbagai kegiatan kemahasiswaan yang mendukung pengembangan potensi diri. Informasi terkait beasiswa, fasilitas kampus, serta peluang karier lulusan juga turut disampaikan untuk memberikan motivasi tambahan bagi para santri. Selama kegiatan berlangsung, para santri tampak aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan. Interaksi yang terjalin dalam sesi tanya jawab menjadi salah satu momen penting, di mana para santri mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses perkuliahan, kehidupan mahasiswa, hingga tantangan dan peluang yang dihadapi di dunia akademik. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan rasa ingin tahu para santri terhadap jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan pengenalan lingkungan kampus secara umum. Para santri diperkenalkan dengan berbagai fasilitas penunjang yang dimiliki UMM, seperti ruang perkuliahan modern, perpustakaan, serta sarana kegiatan mahasiswa. Pengenalan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang suasana belajar di perguruan tinggi sehingga para santri semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan. Pihak Pondok Pesantren An Naba’ menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan ini merupakan bagian dari program pembinaan santri agar memiliki visi pendidikan yang luas dan terarah. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan para santri tidak hanya memahami pentingnya pendidikan tinggi, tetapi juga mampu mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi tantangan akademik di masa depan. Sementara itu, pihak Fakultas Agama Islam UMM menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi yang positif antara pesantren dan perguruan tinggi. Kerja sama semacam ini dinilai penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung, khususnya dalam mencetak generasi muslim yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan nilai-nilai keislaman yang kokoh. Kegiatan kunjungan ini ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara para santri dan pihak Fakultas Agama Islam UMM. Suasana kebersamaan dan kehangatan tampak jelas dalam momen tersebut, mencerminkan keberhasilan kegiatan yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga inspiratif. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang berkelanjutan antara Pondok Pesantren An Naba’ dan Fakultas Agama Islam UMM. Lebih dari itu, kunjungan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.